YKB: anak muda perlu tekuni industri kreatif

id industri kreatif

Ilustrasi industri kreatif. (Foto Antara)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Anak muda perlu didorong untuk menekuni bidang usaha industri kreatif, karena bangsa Indonesia tidak selamanya bergantung pada sumber daya alam yang jumlahnya semakin terbatas, kata Ketua Yayasan Kreatif Bangsa (YKB) Lui Saruadji.
     "Untuk mendorong lahirnya jenis usaha industri kreatif itu anak muda sejak dini perlu diajak untuk menggeluti industri kreatif dengan melahirkan berbagai ide kreatif dan mampu mengimplementasikan ide tersebut dalam sebuah kegiatan usaha," katanya di Yogyakarta, Jumat.
     Pada seminar "Pengembangan Industri Kreatif Sebagai Fondasi Pembangunan Nasional", Lui mengatakan dukungan pemerintah kepada industri kreatif melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bisa menjadi pendorong bagi anak muda untuk terjun menekuni bidang usaha industri kreatif.
     "Tulang punggung perekonomian Indonesia di masa depan akan bergantung pada sektor tersebut. Sumber daya alam kita sudah semakin terbatas, industri kreatif akan menjadi tulang punggung Indonesia di masa mendatang," katanya.
     Menurut dia, untuk terjun ke industri kreatif memang tidak mudah. Hal itu harus dimulai dari motivasi seseorang untuk menjadi wirausaha. "Sebelum menjadi pelaku kreatif, kita harus memiliki motivasi yang kuat, dari ide harus jelas dan mau dikerjakan serta memiliki nilai tambah," katanya.
     Ia mengatakan berpikir kreatif sangat melelahkan, namun bagi mereka yang mau berpikir kreatif dan mau melaksanakan ide kreatif semua kesulitan itu akan mudah diatasi. "Kreatif itu capai, dan kita harus berpikir mendalam," kata Lui.
     Co-Founder Bantu Ternak Ray Rezky mengatakan usaha "startup" di bidang peternakan tersebut dirintis sejak dirinya masih duduk di bangku kuliah.
     "Saya mengikuti binaan program Innovative Academy UGM hingga akhirnya bisa melahirkan usaha 'startup' untuk membantu peternak sapi potong di perdesaan bisa menjual sapinya langsung ke konsumen tanpa melalui banyak perantara," katanya.
     Menurut dia, meskipun usaha tersebut belum optimal dari sisi bisnis, "startup" ini terus berbenah untuk berkembang.
     Bahkan, dirinya memiliki ide untuk mengajak banyak orang untuk membantu peternak dengan menjadi investor dalam usaha penggemukan sapi milik peternak di perdesaan.
     "Satu sapi bisa dimiliki sepuluh orang, termasuk nanti kita menyediakan paket pakan, obat, dan asuransi untuk sapi. Empat bulan dipelihara, dijual, ada selisihnya, itu untuk bagi hasil," kata Ray.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar