Diet pangan nabati efektif cegah gagal jantung

id pangan

Ilustrasi (antaranews.com)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Pakar kesehatan Susianto Tseng mengatakan diet berbasis pangan nabati ("plant-based eating") menjadi salah satu faktor yang efektif untuk mencegah terjadinya kasus gagal jantung.

"Perubahan gaya hidup termasuk dalam hal diet dan pola makan sehat membantu perawatan dan pencegahan kasus gagal jantung," kata Susianto Tseng yang juga Sekjen Indonesia Vegetarian Society (IVS) itu di Jakarta, Sabtu.

Ia mengutip laporan terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology yakni Aggarwal M, Bozkurt B, dan Panjrat G. dalam Lifestyle Modification for Preventing and Treating Heart Failure dalam Journal of the American Collage of Cordiology, 2018.

Doktor gizi alumnus UI itu menambahkan bahwa beberapa peneliti menganalisis bagaimana pola hidup, seperti manajemen berat badan dan nutrisi, berpengaruh pada risiko gagal jantung.

"Pola makan atau diet yang buruk, kebiasaan olahraga yang kurang, dan stres semuanya berkontribusi langsung pada risiko terjadinya gagal jantung," katanya.

Sementara kata dia, olahraga yang cukup, manajemen stres yang baik, dan pola makan berbasis nabati terbukti sangat efektif untuk menurunkan risiko dari terjadinya gagal jantung. 
    
Oleh karena itu, ia menyarankan agar para ahli kesehatan sudah semestinya mengintegrasikan edukasi soal nutrisi dan olahraga dalam praktik klinisnya untuk mencegah dan merawat para pasiennya dari gagal jantung.

Gagal jantung merupakan suatu keadaan yang terjadi saat jantung gagal memompakan darah dalam jumlah yang memadai untuk mencukupi kebutuhan metabolisme padahal jantung dapat bekerja dengan baik hanya bila tekanan pengisian dinaikkan. 
    
Gagal jantung juga merupakan suatu keadaan akhir ("end stage") dari setiap penyakit jantung, termasuk aterosklerosis pada arteri koroner, infark miokardoum, kelainan katup jantung, maupun kelainan kongenital.

Survei Sample Regristration System (SRS) pada 2014 di Indonesia menunjukkan penyakit yang berhubungan dengan jantung menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, yakni sebesar 12,9 persen. 
    
Kemenkes mengimbau masyarakat agar melakukan cek kesehatan secara berkala, mengenyahkan asap rokok, rajin beraktifitas fisik, diet yang sehat dan seimbang, istirahat yang cukup, dan mengelola stres untuk mengendalikan faktor risiko penyakit jantung.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar