Wapres : dakwah Islam di Indonesia selalu menggembirakan

id Wapres Jusuf Kalla

Wapres : dakwah Islam di Indonesia selalu menggembirakan

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dalam pidato pembukaan Muktamar Pemuda Muhammadiyah 2018 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) (Foto Antara/Hery Sidik)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dalam pidato pembukaan Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Yogyakarta mengatakan bahwa dakwah Islam di Indonesia selalu dilakukan dengan cara yang menggembirakan. 
     
"Bangsa Indonesia ini kita kenal semuanya sebagai negara dengan umat muslim terbesar, tapi dalam dakwahnya selalu menyesuaikan dan menggembirakan," kata Wapres di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin.
     
Oleh sebab itu, kata Wapres, pemuda Muhammadiyah termasuk organisasi kepemudaannya meskipun mengenakan seragam dan topi baret merah tentunya harus menggembirakan dan tidak menakutkan dalam melakukan dakwah Islam tersebut. 
     
Wapres juga mengatakan, dakwah yang menggemberikan sudah menjadi sejarah bangsa ini, sebab di Indonesia tidak ada gambar-gambar keislaman yang memakai pedang, hal itu berbeda dengan di negara Timur Tengah yang memakai gambar pedang.
       
"Itu menandakan bahwa dakwah mereka berbeda dengan cara kita di negeri ini yang nengutamakan kultural sambil berdakwah, meyakinkan dengan mengembirakannya dan bukan dengan menakutkannya," kata Wapres. 
     
"Itulah ciri khas Islam di Indenesia, oleh karena itu kita harus melanjutkan itu, bahwa berdakwah tidak perlu menakutkan tidak perlu didorong dan memaksakan. Apalagi dakwah itu memang suatu upaya untuk kemajuan bersama," kata Wapres. 
     
Wapres menambahkan, dengan dakwah Islam yang menggembirakan itu, tentunya berdampak pada kemajuan agama terbesar di Indonesia itu, hal itu bisa diukur dari makin banyaknya jumlah masjid dan mushola serta jamaah yang melaksanakan ibadah shalat.
     
"Kemudian orang haji itu dulu bayar langsung berangkat, sekarang butuh 20 sampai 40 tahun, itu menandakan adanya kemajuan agama yang tinggi. Begitu juga puasa dan shalat tarawih saat Ramadhan itu menandakan dakwah berhasil dan maju dengan baik," katanya.
     
Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah yang diikuti ribuan peserta dan peninjau dari masing-masing Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah seluruh Indonesia pada 25-28 November 2018 itu mengambil tema "Menggembirakan Dakwah Islam, Memajukan Indonesia".
     
"Tentunya harapan kita semua Muktamar ini disamping bisa mengevaluasi apa yang dilaksanakan kepengurusan sebelumnnya (PP Pemuda Muhammadiyah) tentu merancang apa yang akan dilakukan di masa depan," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar