Bupati Sleman: guru diharapkan lahirkan pemikiran transformatif

id Sri purnomo

Bupati Sleman:  guru diharapkan lahirkan pemikiran transformatif

Bupati Sleman, Sri Purnomo (Foto ANTARA/Rizki Mario Johannes Parhusip/mg.yk/ags)



Sleman (Antaranews Jogja) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Purnomo mengharapkan guru dapat 

memberikan andil melahirkan pemikiran transformatif dalam pengembangan kebijakan pemerintah di daerah maupun pusat.

     

"Tidak hanya dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah, tetapi lebih dari itu guru harus merasa terpanggil untuk ikut melahirkan pemikiran transformatif dalam pengembangan kebijakan pemerintah, pengelolaan program pembangunan di pusat dan di daerah," kata Sri Purnomo pada 

peringatan hari Guru tahun 2018 dan HUT PGRI ke-73 tingkat Provinsi DIY di Sleman, Rabu.

     

Menurut dia, guru juga diharapkan dapat melahirkan berbagai gagasan dan tindakan inovatif sesuai dengan tantangan Abad ke 21.

      "Hal ini sejalan dengan tema Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2018 dan HUT ke-73 PGRI yaitu Guru sebagai Penggerak Perubahan Dalam Era Revolusi Industri 4.0," katanya.

     

Ia mengatakan, memasuki era Industri 4.0 paradigma guru harus berubah. Tuntutan perubahan guru bukan sekadar cara mengajar, tetapi lebih esensial pada perubahan cara pandang terhadap konsep pendidikan itu sendiri.

     

"Selain mendidik guru di era industri 4.0 juga harus 'melek' teknologi dan 'up to date' dengan lingkungan anak didiknya," katanya.

     

Sri Purnomo mengatakan, tantangan yang dihadapi oleh para pendidik kedepan akan semakin kompleks namun juga menarik.

     

"PGRI sebagai organisasi profesi juga ditantang agar mampu menggerakan guru, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk mengoptimalkan peran guru dalam pembangunan," katanya.

     

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang diwakili Sekda DIY Gatot Saptadi menyampaikan guru diharapkan dapat memberikan andil yang besar dalam mempertahankan kota pendidikan yang berkualitas.

     

"Mutu pendidikan DIY tidak lepas dari keberadaan para guru baik guru negeri maupn swasta yang memberikan jaminan mutu pendidikan di DIY untuk mewujudkan pendidiikan yang berkualitas selain memperhatikan aspek kurikulum, peserta didik, lingkungan, sarana prasarana pembiayaan, kelembangaan dan peran serta masyarakat," katanya.

     

Menurut dia, yang tidak kalah penting adalah keberadaan tenaga pengajar yang berkualitas walaupun tenaga guru terbatas bahkan kurang, namun harus dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki.

     

"Selain itu harus dapat membangun jaringan yang seluas-luasnya serta dibutuhkan suatu pioner yang jelas untuk menciptakan inovasi dan memunculkan kreatifitas," katanya.

     

Ia mengatakan, guru merupakan pelaku utama untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan terus membina sekolah negeri dan swasta untuk dapat memenuhi kompetensi sesuai standar yang ditentukan.

     

"Guru adalah satu-satunya profensi yang menentukan nasib bangsa ini karena guru bertugas mendidik dan mengajar, merubah perilaku dan membentuk karakter sebuah anak. Tugas yang sangat fundamental karena kalau ingin mengadakan perbaikan bangsa di masa datang harapan itu bertumpu pada guru dan dunia pendidikan," katanya.

     

Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga DIY sekaligus Ketua PGRI DIY Kadarmanto Baskoro Aji berharap apabila ada peraturan atau regulasi yang berkaitan dengan guru atau dunia pendidikan bisa dilibatkan sehingga para guru ikut terlibat dalam membangun daerahnya.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar