Talut longsor Sungai Winongo diperbaiki gunakan swakelola

id Talud ambrol

Talut longsor Sungai Winongo diperbaiki gunakan swakelola

Ilustrasi Talut ambrol. (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto)

Yogyakarta (ANTARA News Jogja) - Talut Sungai Winongo di wilayah Suryowijayan Tamansari yang longsor akibat terkikis air usai hujan deras pada Rabu (28/11) malam langsung diperbaiki menggunakan dana swakelola DPUPKP Kota Yogyakarta.

"Perbaikan tidak hanya dilakukan untuk talut sungai saja tetapi juga untuk saluran air hujan dan jalan lingkungannya. Seluruhnya akan diperbaiki menggunakan dana swakelola," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Aki Lukman di Yogyakarta, Jumat.

Aki menyebutkan, material yang dibutuhkan untuk memperbaiki talut dan kerusakan lain di sekitarnya sudah dikirim ke lokasi kejadian dan diharapkan perbaikan dapat berjalan lancar tidak terkendala cuaca.

Talut di Tamansari tersebut mengalami longsor sepanjang tujuh meter, lebar tiga meter dan kedalaman tiga meter. Talut yang longsor juga menyebabkan akses jalan terputus dan lampu penerangan hanyut ke sungai.

Menurut Aki, pihaknya hanya bisa bergantung pada dana swakelola jika hingga akhir tahun ini terjadi kerusakan infrastruktur di bidang sumber daya air karena dana insidentil yang dialokasikan sudah habis.

"Memang masih ada alokasi dana tidak terduga, tetapi berada di bawah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta," katanya.

Selain talut Sungai Winongo di Tamansari, sejumlah kerusakan akibat hujan lebat yang mengguyur Yogyakarta pada pertengahan pekan ini juga menyebabkan kerusakan lain yaitu talut permukiman di Sungai Code yang berada di wilayah Terban serta talut Sungai Buntung yang berada di wilayah Kricak.

Kepala Bidang Perumahan Permukiman dan Tata Bangunan DPUPKP Kota Yogyakarta Sigit Setiawan mengatakan, masih menginventarisasi kerusakan di dua lokasi tersebut.

"Perbaikan permanen harus diawali dengan perencanaan. Dengan demikian, kami baru bisa melakukan perbaikan pada awal 2019," kata Sigit.

Ia mengatakan, dana insidentil untuk perbaikan kerusakan infrastruktur permukiman juga sudah habis.

Sebelumnya, Kepala BPBD Kota Yogyakarta Hari Wahyudi meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan karena wilayah tempat tinggalnya adalah daerah rawan, terutama rawan longsor.

"Hampir semua titik di sepanjang bantaran sungai di Kota Yogyakarta rawan. Rawan longsor dan rawan meluap terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Slain meningkatkan kewaspadaan, Hari mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai ikut menjaga kelestarian lingkungan seperti tidak membuang sampah ke sungai karena bisa menimbulkan luapan saat hujan deras.

"Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kesadaran masyarakat untuk tidak menambang pasir sembarangan karena bisa mengikis pondasi talut dan saat hujan deras bisa ambrol," katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar