Pelatih PSS Sleman lega akhiri penantian panjang

id Seto nurdiantoro

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro (tengah) bersama pemainnya Dave Mustaine (kanan) memberikan keterangan kepada media usai mengalahkan Semen Padang dengan skor 2-0 di final Liga 2 Indonesia yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Selasa (5/12). PSS pun dinobatkan menjadi juara Liga 2 musim 2018 dan berhak atas hadiah Rp1,5 miliar. (Foto Antara/ Michael Siahaan)

Cibinong, Jawa Barat  (ANTARA News Jogja) - Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro, mengaku lega mampu membawa timnya mengakhiri penantian panjang bisa bermain di liga teratas Indonesia (Liga 1), sekaligus menjadi juara Liga 2 pada tahun 2018.

Menurut Seto, hal itu tidak lepas dari kinerja para pemain dan tim PSS secara keseluruhan yang bekerja keras dalam setiap pertandingan.

"Kunci hasil positif ini adalah semangat dan kemauan tinggi," ujar Seto selepas laga final Liga 2 tahun 2018 menghadapi Semen Padang di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Selasa (4/12) malam.

PSS Sleman belum pernah bermain di liga tertinggi Indonesia sejak keberadaan Liga Super Indonesia pada tahun 2008.

Terakhir kali klub berjuluk Super Elang Jawa itu berada di kompetisi teratas adalah di Divisi Utama pada tahun 2007. Ketika itu mereka menduduki peringkat ke-12 wilayah barat.

Sementara itu, pemain PSS Dave Mustaine juga menyambut baik prestasi skuatnya menjadi juara Liga 2 tahun 2018.

"Pertandingan melawan Semen Padang cukup menarik dan ketat. Kami sudah bekerja keras dan gelar ini menjadi bonus karena kami optimistis juara," tutur Dave.

PSS Sleman menjadi juara Liga 2 musim 2018 setelah menaklukkan Semen Padang dengan skor 2-0 di babak final yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Selasa (4/12).

Dua gol PSS dalam pertandingan tersebut dicetak oleh penyerang gaek Cristian Gonzales pada menit ke-18 dan Rifal Lastori di menit ke-26.

Dengan demikian, PSS  bersama Semen Padang dan peringkat tiga Liga 2 Kalteng Putra berhak promosi ke Liga 1 musim 2019. 

Sebagai kampiun, PSS pun berhak atas uang sebesar Rp1,5 miliar, sementara Semen Padang mendapatkan Rp1 miliar dan Kalteng Putra memperoleh Rp500 juta.

Penghargaan lain diberikan kepada pemain PSS Ichsan Pratama yang dinobatkan menjadi pemain terbaik Liga 2 musim 2018. Untuk itu, dia mendapatkan Rp150 juta.

Gelar pencetak gol terbanyak Liga 2 digenggam pemain PS Mojokerto Putro Indra Setiawan dengan 29 gol yang membuatnya membawa pulang hadiah Rp150 juta.

Terakhir, PSPS Pekanbaru dinobatkan menjadi tim paling fair play di Liga 2 musim 2018. 
 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar