Perempuan di Sleman diminta tingkatkan peran dalam pembangunan

id Perempuan

Saresehan Peringatan Hari Ibu 2018 Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Sleman (Foto Antara Jogja/Humas Sleman)

Sleman (Antaranews Jogja) - Gabungan Organisasi Wanita (GWO) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong kaum perempuan di wilayah setempat untuk meningkatkan peran dalam pembangunan terutama dalam hal kesetaraan gender.
     
"Dengan jumlah perempuan khususnya di Sleman yaitu sebesar 50 persen dapat menjadi sumber potensial bagi pembangunan," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman Mafilindati Nuraini pada saresehan peringatan Hari Ibu di Sleman, Rabu.
     
Menurut dia, untuk mewujudkan hal tersebut perlu ada upaya melalui pembangunan yang responsif gender.
     
"Telah banyak keberhasilan dan kemajuan yang dicapai oleh perempuan di Indonesia hingga saat ini. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi perempuan di Indonesia sebagai kelompok masyarakat yang rentan terhadap berbagai kasus kekerasan, eksploitasi dan perlakuan diskriminatif lainnya," katanya.
     
Ia mengatakan, hal tersebut patut menajdi perhatian semua pihak untuk lebih mengupayakan berbagai hal terkait keadilan gender demi terwujudnya keadilan gender yang proporsional di Indonesia.
     
"Menilik sejarah, peran perempuan Indonesia menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam perjuangan panjang bangsa untuk meraih kemerdekaan Indonesia," katanya.
     
Mafilindati mengatakan, peran perempuan dalam perjuangan bangsa dilandasi semangat dan cita-cita menuju kemerdekaan indonesia yang aman tentram damai dan makmur.
     
"Keterlibatan perempuan dibuktikan melalui Kongres Perempuan pertama 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Peristiwa tersebut menjadi sebuah tonggak sejarah bagi perjuangan perempuan Indonesia yang diperingati setiap tahunnya oleh bangsa Indonesia tidak hanya oleh perempuan Indonesia," katanya.
     
Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sleman Sri Wahyuni Dewi mengatakan, bahwa kegiatan sarasehan ini merupakan rangkaian acara peringatan Hari Ibu ke-90 yang bertujuan untuk meningkatkan peran perempuan Indonesia dalam setiap aspek kehidupan ketahanan keluarga, bermasyarkat, berbangsa dan bernegara.
     
"Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan peran perempuan agar dapat menyatu-padukan pola pembinaan keluarga dan pemberdayaan perempuan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup sejahtera lahir dan batin," katanya.
     
Dalam kegiatan tersebut juga turut hadir beberapa narasumber dan pemateri yang akan mengisi sarasehan yaitu antara lain Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Kustini Sri Purnomo yang memberikan materi terkait perempuan dalam pembangunan serta narasumber lainya yaitu Keluarga Harmonis dan Sejahtera, Nurhasim beserta istri.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar