DPRD dorong pemkab percepat pelaksanaan Bedah Menoreh

id bedah menoreh

Wakil Ketua I DPRD Kulon Progo Ponimin Budi Hartono (Foto ANTARA/Mamiek) (Foto ANTARA/Mamiek/)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Ponimin Budi Hartono mendorong pemerintah setempat melakukan percepatan program pembangunan Bedah Menoreh di kawasan utara.

Ponimin di Kulon Progo, Rabu, mengatakan, program Bedah Menoreh sangat dibutuhkan karena jalan-jalan Bedah Menoreh akan menghubungkan Bandar Udara Baru Internasional Yogyakarta (NYIA) dengan kawasan wisata Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

"Selain itu, program Bedah Menoreh akan mempercepat program Bedah Kemiskinan di Kecamatan Kokap, Girimulyo, Samigaluh dan Kalibawang," kata Ponimin.

Ia mengatakan kecamatan-kecamatan yang ada di Bukit Menoreh merupakan daerah tertinggal, kemiskinan tinggi dan infrastruktur tertinggal.

"Sejatinya, program Bedah Menoreh ini bertujuan untuk bedah potensi di kawasan utara, mulai potensi ekonomi, potensi wisata dan potensi budaya. Tujuan akhirnya, yakni mengurangi kemiskinan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat dan mengembangkan potensi lokal," katanya.

Namun demikian, Ponimin memberikan catatan bahwa kontruksi pembangunan infrastruktur jalan harus diperkuat. Kondisi tanah yang ada di Bukit Menoreh itu ada yang berbatu dan rawan longsor.

"Tanah yang rawan longsor, saat dibangun jalan harus diperkuat pondasi-pondasi dindingnya dan suling-sulingnya. Pembangunan jalan Bedah Menoreh berbeda dengan pembangunan jalan di Kulon Progo wilayah tengah dan selatan," katanya.

Ponimin berharap program Bedah Menoreh ini mampu menyeimbangkan program pembangunan di wilayah tengah dan selatan, mulai Bandara NYIA, Pelabuhan Tanjung Adikarto dan kawasan aetropolis Bandara NYIA.

Di wilayah selatan juga mengalami potensi bencana banjir dan tsunami, kalau wilayah utara potensi bencana tanah longsor. Saat ini, ada program normalisasi sungai-sungai dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) untuk mengatasi masalah banjir.

"Bedah Menoreh membutuhkan perencanaan yang matang dan tekad kuat pemkab dalam membedah kemiskinan dan potensi lokal," katanya.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan pemkab tengah menyiapkan program "Bedah Menoreh", mulai dari membedah infrastruktur jalan, sektor pariwisata, perkebunan, moda transporasi, hingga membedah budaya.

"Kami berharap dengan adanya Bandara Internasional Yogyakarta dan penyangga Kawasan Strategis Pembangunan Nasional Borobudur, Kulon Progo tidak sekadar tempat transit, tapi juga menjadi destinasi yang layak untuk wisatawan," kata Hasto.

Saat ini, lanjut Hasto, Pemkab Kulon Progo tengah membangun jalan dari Temon lokasi bandara menuju Borobudr melalui jalur Bedah Menoreh dari Temon - Kokap - Girimulyo - Samigaluh - Kalibawang - Borobudur (Jawa Tengah).

 "Kami berusaha mengakses penyelesaian jalan Bedah Menoreh dari Pemda DIY dan Kementerian PUPR," kata Hasto.

Sektor pariwisata, lanjut Hasto, pemkab tengah mempersiapkan objek wisata di kawasan Bukit Menoreh dikelola secara profesional dan ramah bagi wisatawan. Ke depan, kawasan Bukit Menoreh menjadi kawasan penyangga KSPN Borobudur. Wilayah yang menjadi penyangga KSPN Borobudur yakni Kebun Teh Nglinggo-Tritis.

Di Kecamatan Girimulyo juga tumbuh objek wisata yang tidak kalah menenarik untuk dikunjungi. Sedikitnya, ada 15 objek wisata yang berkembang mulai dari gua, curug hingga dan wisata regiligi.

"Di sana, kami tengah menyiapkan infrastruktur dan masyarakat, serta pelaku wisata menjaga keindahan alam, sehingga menjadi wisata teh yang digandrungi wisatawan dari dalam negeri dan luar negeri," katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar