Pemkab Gunung Kidul diminta awasi distribusi pupuk

id distribusi pupuk

Pendistribusian pupuk ke (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/aww/17)

Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Petani di sejumlah wilayah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta pemerintah kabupaten setempat mengawasi distribusi pupuk karena sejumlah wilayah mengalami kelangkaan pupuk.
   
Anggota Kelompok Tani Sido Rahayu, Desa Playen, Kecamatan Playen Muji di Gunung Kidul, Kamis, mengatakan di wilayahnya mengalami kelangkaan pupuk jenis phonska dan SP36. 
   
"Jenis pupuk ini sangat penting untuk memupuk tanaman padi yang sudah berumur 30 hari. Pupuk phonska dan SP 36 itu dibutuhkan untuk memperoleh tanaman padi dengan bulir gabah yang berisi. Tanaman padi seharusnya mendapatkan pemupukan dengan menggunakan phonska dan SP 36. Namun, kedua jenis pupuk tersebut kini menjadi barang langka," katanya.
   
Dia mengatakan petani khawatir jika tidak dipupuk dengan jenis itu dampaknya, akan menyebabkan penurunan produksi.  "Informasi bahwa stok pupuk jenis phonska dan Sp36 sudah habis. Kami disarankan pindah menggunakan pupuk urea. Tahun lalu, kami menggunakan urea terus, tetapi ada hama kresek ternyata karena kebanyakan urea. Saat itu dinas menyarankan menggunakan phonska dan Sp 36,” ucapnya.
   
Muji berharap pemerintah mendistribusikan pupuk secara merata sehingga ancaman penurunan produksi tidak terjadi. "Semoga bisa lancar," katanya.
   
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Raharjo Yuwono mengaku sudah mendengar keluhan petani. Dia menjelaskan phonska atau NPK per Oktober sudah tersalur didistribusikan sebanyak 5.765 ton sudah tersalur sekitar 95 persen. Kemudian untuk jenis Sp36 alokasi sampai dengan Oktober penyaluran 749 ton dari kuota 907 ton atau 82.6 persen.
   
"Kami juga sedang melakukan monev (monitoring dan evaluasi) seperti di Kecamatan Patuk seharusnya masih ada 14 ton yang belum ditebus. Ini yang sedang kami cek ke distributor," katanya. 
   
Dia menjelaskan penggunaan urea sebagai pengganti phonska atau Sp36 menurutnya fungsinya sama. Hanya saja petani berfikir praktis karena kedua jenis pupuk itu lebih murah dibanding urea."Petani tidak perlu khawatir," imbaunya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar