Satpol PP Sleman tertibkan PKL Taman Denggung

id Penertiban PKL

Satpol PP Sleman tertibkan PKL Taman Denggung

Petugas Satpol PP Sleman menertibkan PKL di Taman Denggung yang melanggar aturan. (Foto Antara/Humas Sleman)

Sleman (Antaranews Jogja) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Taman Denggung Sleman dalam rangka penataan kawasan Denggung, Jumat.
     
"Penertiban ini juga dalam rangka penegakkan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 11 tahun 2004 tentang Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kawasan Taman Denggung," kata Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban (Tantrib) Satpol PP Kabupaten Sleman Ahmad Edy Santoso di sela penertiban.
     
Menurut dia, penertiban PKL di Taman Denggung ini menyasar kepada para pedagang yang tidak memenuhi peraturan dan kesepakatan yang telah dibuat Pemkab Sleman bersama dengan 70 PKL yang berada di kawasan Denggung.
     
"Sebelumnya kami telah memberikan sosialisasi terhadap PKL di sini (Kawasan Denggung) mengenai jam operasional sesuai perda yang ada. Saat ini kami lakukan penindakan bagi para pedagang yang tidak memenuhi peraturan tersebut," katanya.
     
Ia mengatakan, terkait penertiban kalini berdasarkan Perda Nomor 11 tahun 2014 telah mengatur dan disepakati mengenai jam operasional bagi para PKL di kawasan Denggung.
     
Jam operasional tersebut dibagi menjadi 3 waktu yaitu pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB, kemudian pukul 16.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB dini hari dan pukul 02.00 WIB dini hari hingga pukul 08.00 WIB.
     
"Kami juga sosialisaikan mengenai hak dan kewajibannya kemudian juga para PKL sudah mengisi surat pernyataan bahwa ada kesanggupan untuk mentaati peraturan perda maupun perbup yang ada. Prinsipnya gini, PKL itu datang bersih, pulang bersih seuai dengan pilihan  jam operasional mereka bergantian antara pagi, sore dan malam," katanya.
     
Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Sleman Emmy Retnosari mengatakan bahwa para PKL tidak sedang beroperasi diharuskan membereskan barang dagangannya termasuk gerobak. Hal tersebut sesuai dengan apa yang telah disepakati sebelumnya mengenai penataan kawasan Denggung.
     
"Jika tidak beroperasional harus membongkar (alat dagang) dan sesuai perbub, ada jamnya, shift pagi, shift siang dan shift malam. Kita berusahan pelan-pelan kita bersihkan apalagi yang tidk beroperasional kami bongkar dibawa oleh Saltpol PP nanti disana bisa diambil oleh pedagangnya sekaligus juga pembinaan," katanya.
     
Menurut dia, hal tersebut dilakukan semata-semata untuk kepentingan bersama baik PKL maupun masyarakat luas yang memanfaatkan Taman Denggung untuk beraktivitas.
     
"Kami berharap secara rutin kita laksanakan sehingga Taman Denggung ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas dan enak pandang, walaupun mereka sebenernya mereka kami pahami membutuhkan penghasilan/rezeki, namun kita bersama-sama memelihara lingkungan di Taman Denggung ini," katanya.
     
Dalam penertiban ini kurang lebih terdapat delapan orang petugas Satpol PP yang tergabung dalam satu Tim. Beberapa gerobak dagangan makanan diamankan dari kawasan Denggung.
     
Selain itu juga beberapa permainan anak-anak diamankan karna beroperasi di trotoar yang merupakan jalan umum.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar