Gerebek silaturahmi perkokoh Yogyakarta "City of Tolerance"

id toleransi,kementerian agama

Atraksi barongsai dalam pawai Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta XIII di sepanjang kawasan Malioboro, Yogyakarta, Sabtu malam (24/2). (Foto ANTARA/Riski Mario Johannes Parhusip/mg.yk/AgusP)

 Yogyakarta, (Antaranews Jogja) - Peringatan Hari Amal Bakti ke-73 Kemenag di Kota Yogyakarta akan diisi dengan berbagai kegiatan, salah satunya Gerebek Silaturahmi Antar Umat Beragama yang diharapkan mampu meneguhkan Yogyakarta sebagai “city of tolerance”.

“Bentuk dari kegiatan ini adalah gerak jalan yang diikuti oleh berbagai elemen yang merepresentasikan perwakilan umat beragama yang ada di Indonesia,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta Nur Abadi di Yogyakarta, Jumat.

Selain diikuti oleh perwakilan antar umat beragama mulai dari agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu, kegiatan yang akan digelar pada 12 Desember tersebut juga diikuti oleh unsur pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, KUA, pengawas, madrasah, penyuluh agama, organisasi masyarakat, dan perwakilan tokoh agama.

“Diperkirakan, ada 250 orang yang akan mengikuti kegiatan tersebut. Kami juga melibatkan bergodo prajurit keraton serta atraksi seni budaya lain seperti barongsai,” katanya.    

Kegiatan Gerebek Silaturahmi tersebut tidak hanya diisi dengan kegiatan gerak jalan saja tetapi juga mengunjungi berbagai tempat ibadah yang dilalui sepanjang perjalanan.

Tempat ibadah yang dikunjungi di antaranya, Pura Padma Buana Saraswati, Gereja Pantekosta, Vihara Budha Prabha Gondomanan, Gereja St. Yusuf Bintaran dan Masjid Pakualaman.

Saat mengunjungi tempat ibadah, peserta gerak jalan juga akan menyerahkan cinderamata berupa plakat ke pengurus tempat ibadah.

 “Harapannya, kegiatan ini akan membuka pemahaman dari umat beragama lain dan kemudian menumbuhkan toleransi yang kuat antar umat beragama di Yogyakarta,” kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta Mukotib.

Menurut Mukotib, sikap toleransi antar umat beragama harus terus didengungkan sehingga suasana dan kondisi Kota Yogyakarta tetap kondusif serta tidak ada perpecahan apapun. “Apalagi, dalam beberapa bulan lagi akan digelar Pemilu,” lanjutnya.

  Seusai mengikuti gerak jalan, Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta akan menggelar Festival Kerukunan Umat Beragama yang menampilkan berbagai atraksi budaya dari enam perwakilan agama.

 “Pada awal pekan depan, kami juga akan melakukan kegiatan kerja bakti bersama antar umat beragama untuk membersihkan salah satu gereja di Kota Yogyakarta,” katanya. 

Selain itu, Peringatan Hari Amal Bakti ke-73 di Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta juga akan diisi dengan lomba penilaian pelayanan di setiap unit kerja untuk mewujudkan pelayanan prima. 

(E013)

    

    

    

Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar