BBWSSO : perbaikan tanggul rusak berdasarkan skala prioritas

id Selokan mataram

Tanggul Sungai Boyong Sleman yang rusak akibat tergerus derasnya air. (Foto Antara/BPBP Sleman) (Antara)

Sleman (Antaranews Jogja) - Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak menyebutkan perbaikan sejumlah talud maupun tanggul yang rusak maupun jebol akibat hujan deras beberapa waktu lalu di Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan skala prioritas di lapangan.

"Perbaikan itu prinsipnya berdasarkan prioritas. Prioritas tersebut salah satunya didasarkan tingkat kerusakan dan fungsinya dalam aspek terkait pengamanan pemukiman ataupun lainnya," kata Pejabat Pembuat Keputusan (PPK) OP III Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS-SO) Ovi Anton Nugroho di Sleman, Minggu.

Menurutnya terkait dengan lokasi longsor di Sungai Boyong dan Banyurejo, di Kabupaten Sleman, pihaknya telah melakukan pengecekan di lokasi.

"Hal tersebut sesuai dengan arahan Kabala BBWSSO dengan tim OP III dan Merapi," ujarnya.

Ia mengatakan karena anggaran OP III yang kurang memadai untuk kegiatan di lokasi tersebut dengan skala kerusakannya maka dikategorikan dalam kegiatan rehab.

"Jadi kemungkinan akan diusahakan kegiatannya rehab di tahun depan oleh teman-teman Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA)," lanjutnya.

Ovi mengemukakan selain itu, pihaknya telah mendata kerusakan di saluran Selokan Mataram maupun ?Selokan "Van Der Wijk".

"Namun, untuk masalah perawatan masih dilakukan secara bertahap, karena kami sesuaikan dengan anggaran," sebutnya.

Ia menambahkan pihaknya memastikan untuk kerusakan-kerusakan itu tetap akan ditangani.

"Hanya proses pemeliharaan mulai dari ditata dan pertama dari hulu dahulu baru ke arah hilir, harapannya dalam jangka waktu tertentu nantinya akan bisa mengcover keseluruhan panjang selokan," jelasnya.

Cuaca ektrem berupa hujan deras yang melanda Sleman beberapa waktu lalu kembali menyebabkan bencana.

Tanggul Sungai Boyong dan saluran Selokan "Van Der Wijk" tidak kuat menahan debit air yang besar sehingga sebagian tanggul itu longsor.

Lokasi kejadian yaitu di Dam Lojajar Sungai Boyong, Dayakan, Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik kondisi tanggul secara keseluruhan banyak bagian yang rusak. Di bagian bawah tanggul sudah banyak yang tergerus air sehingga rawan longsor.

Selain itu, pembatas dam juga banyak yang hilang. Di gorong-gorong dam juga ada batang pohon yang melintang. Akibatnya aliran air menjadi terhambat.?

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Makwan mengatakan pihaknya telah mengerahkan tim untuk melakukan langkah pencegahan.

Di dua lokasi itu telah kami pasang garis pembatas agar masyarakat tidak mendekat," ujarnya.

Menurutnya tanggul di Sungai Boyong longsor itu karena tergerus derasnya aliran air. Karena sudah tergerus, akibatnya tidak bisa menahan konstruksi bagian atas sehingga terjadi longsor.

"Di bagian atas tanggul juga terlihat ada retakan sepanjang 12 meter," sebutnya.

Ia mengemukakan untuk kerusakan saluran Van Der Wijk di Dusun Jambean, Banyurejo, Kecamatan Tempel berupa tanggul setinggi 10 meter dengan panjang 10 meter dan lebar dua meter longsor.

"Akibatnya mengganggu akses jalan untuk dua rumah yang dihuni empat kepala keluarga (KK)," katanya.
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar