RSU PKU Bantul luncurkan layanan antar obat

id Go Pharmacy,obat

Kendaraan untuk layanan Go Pharmacy di RSU PKU Muhammadiyah Bantul, DIY (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul (Antaranews Jogja) - Rumah Sakit Umum Pembina Kesehatan Umat  Muhammadiyah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meluncurkan layanan antar obat sampai ke rumah pasien setelah memeriksakan kondisi kesehatan di rumah sakit tersebut.

"Layanan antar obat ini 'Go Pharmacy' sebagai bentuk layanan baru unggulan yang dimaksudkan untuk mengurai kepadatan antrean di bagian farmasi," kata Direktur Utama RSU PKU Muhammadiyah Bantul, Widiyanto Danang Prabowo usai peluncuran layanan itu di Bantul, Senin.

Menurut dia, layanan antar obat di rumah sakit tersebut sudah dilaksanakan sejak 22 November 2018, namun untuk lebih mengenalkan kepada masyarakat Bantul, inovasi baru dalam rangka meningkatkan pelayanan bidang farmasi tersebut diresmikan.

Ia mengatakan, meningkatnya jumlah pasien perlu dibarengi dengan inovasi agar pelayanan makin cepat dan praktis. Dan sebagai rumah sakit berkembang selalu berupaya mengedepankan pelayanan yang inovatif dan menginspirasi demi kepuasan pelanggan.

"Layanan ini akan memberi kemudahan sehingga pasien tidak perlu mengantre lama, tinggal menunggu obatnya sampai di rumah. Layanan antar obat ini mulai diuji coba pada 22 November 2018 dan sampai diresmikan ini sudah mengantarkan obat rata-rata 12 alamat per hari," katanya.

Dia mengatakan, melalui layanan tersebut obat diupayakan dapat diantar sampai ke alamat yang dituju dalam kurun waktu maksimal 24 jam sehingga syarat utama yang harus dipenuhi oleh pasien adalah memberikan alamat secara lengkap.

Saat ini, jangkauan layanan antar obat masih sebatas wilayah Bantul yang meliputi 17 kecamatan, namun ke depan akan terus ditingkatkan hingga menyasar pasien seluruh DIY, karena ada pula pasien dari Kabupaten Kulon Progo.

Sementara itu, Manajer Farmasi RSU PKU Muhammadiyah Bantul, Budiyono mengatakan, layanan antar obat bukan hanya sekadar layanan antar obat, akan tetapi juga layanan informasi obat agar pasien tidak salah dalam menggunakan obat.

Selain itu, ada tambahan layanan berupa konsultasi obat ketika muncul efek samping atau alergi dan lain sebagainya. Pasien bisa melakukan konsultasi ke dokter jika mengalami efek samping obat.

"Layanan unggulan antar obat ini adalah yang pertama kali di Yogyakarta. Semoga ke depannya PKU Bantul bisa meluncurkan layanan baru unggulan lain yang lebih inovatif," kata Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umat (MPKU) PP Muhammadiyah Muhammad Agus Samsudin. 
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar