KPU Kulon Progo garap suara penyandang disabilitas

id disabilitas

ILustrasi. KPU Kota Yogyakarta menggelar simulasi pencoblosan bagi penyandang disabilitas. (Foto Antara/Eka Arifa)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggarap suara penyandang disabilitas di wilayah ini pada Pemilu 2019 yang jumlahnya mencapai 2.283 pemilih.
     
Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Politik, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kulon Progo Hidayatut Thoyyibah di Kulon Progo, Selasa, mengatakan saat ini, KPU Kulon Progo sedang intensif menjalin koordinasi organisasi penyandang disabilitas "Bumi Binangun" untuk meningkatkan partisipasi dalam Pemilu 2019.
     
"Organisasi penyandang disabilitas di Kulon Progo cukup kuat dan beragam. Selain itu, jumlahnya cukup banyak, sehingga tidak ada alasan KPU tidak memfasilitasi mereka menggunakan hak politiknya pada Pemilu 2019," kata Hidayatut Thoyyibah.
     
Untuk itu, KPU maupun Bumi Binangun akan menguatkan strategi peningkatan partisipasi dalam tahapan pemilu ataupun sebagai pemilih. Selain itu, secara khusus KPU akan membentuk Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi (KPPD) yang peserta pelatihannya separuhnya adalah penyandang disabilitas.
     
Partisipasi penyandang disabilitas dalam pemilu dan pilkada, jumlahnya cukup tinggi. Hal ini berpatok pada  Pilkada 2017 lalu. Sebab penekanan tentang "pemilu inklusif" baru besar gaungnya setelah UU Disabilitas disahkan pada 2016.
     
"Kelompok ini akan menindaklanjutinya dengan menjadi relawan pengawas pemilu. Fokusnya untuk melihat aksesbilitas penyandang disabilitas di beberapa TPS," katanya.
     
Seperti diketahui, jumlah pemilih penyandang disabilitas di Kulon Progo sebanyak 2.283 pemilih. Jumlah ini meliputi 571 tuna daksa, 338 tuna netra, 344 tuna rungu, 606 tuna grahita dan disabilitas lainnya berjumlah 422.
     
Sementara itu, jumlah pemilih ini telah ditetapkan KPU Kulon Progo dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Pemilu 2019 sebanyak 334.893 pemilih.
     
Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kulon Progo Sarjio mengatakan pengurus difabel setiap kecamatan di Kulon Progo sudah mendapat sosialisasi dari KPU Kulon Progo terkait tahapan pemilu hingga peserta peserta Pemilu 2019.
     
"Dari hasil sosialisasi ini, nantinya akan dituangkan dalam kerja sama antara penyandang disabilitas dan KPU, supaya Pemilu 2019 dapat mengakomodir hak politik penyandang disabilitas," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar