Bantul latih 29 koperasi untuk mengentaskan kemiskinan

id dinas koperasi bantul

Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Bantul (Foto Antara)

Bantul (Antaranews Jogja) - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melatih 29 koperasi daerah ini untuk bisa membantu pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan dan memberdayakan masyarakat miskin. 
     
"Koperasi itu setelah kita lakukan evaluasi, kita ujicoba ternyata mempunyai peran strategis dalam pengerasan kemiskinan, makanya ada 29 koperasi yang memang siap dan kita latih untuk itu," kata Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Bantul Sulistyanto di Bantul, Rabu. 
     
Menurut dia, 29 koperasi yang dilatih untuk membantu program pengentasan kemiskinan di lingkungan sekitar itu koperasi yang unit usahanya sudah kuat dan mampu mengembangkan usahanya dengan memberdayakan masyarakat setempat. 
     
Ia mengatakan, selama ini koperasi di Bantul memang sudah menyalurkan bantuan melalui program corporate social responsibility (CSR) kepada masyarakat miskin, hanya saja belum fokus pada tujuan untuk pemberdayaan atau pengentasan kemiskinan. 
     
"Itu karena mereka belum pernah mendapat semacam pelatihan, dan pengentasan kemiskinan itu harusnya perencanaan bagaimana, pelaksanaan bagaimana, evaluasi bagaimana. Jadi tidak bisa sepotong potong," katanya.
   
Oleh sebab itu, kata dia, perlunya pelatihan kepada koperasi dengan menghadirkan narasumber dari Bappeda tentang perencanaan pengentasan kemiskinan dan dari BPS (Badan Pusat Statistik) tentang kriteria keluarga miskin itu seperti apa. 
     
"Juga dari Dinsos (Dinas Sosial) soal data keluarga miskin, di situ jelas data 'by name by adress' dan kriteria kemiskinan.  Dan yang kita garap melalui koperasi ini adalah mereka yang sudah punya potensi untuk menjadi tidak miskin," katanya.
     
Sulis menjelaskan, koperasi yang dilatih tersebut juga dipersiapkan untuk membuat program di internal koperasi mereka, di antaranya dengan merekrut masyarakat sekitar untuk kemudian difasilitasi permodalan serta didampingi agar usahanya berkembang. 
     
"Kalau mereka rata-rata merekrut atau uji coba sekitar 10 keluarga, akan ada sekitar 290 keluarga. Koperasi juga melakukan pelatihan dan yang terpenting koperasi juga memberikan pembiayaan atau pinjaman kalau selama ini dilatih terus tidak ada modal," katanya.
     
Ia mengatakan, langkah seperti ini dinilai cukup efektif dibanding yang memberi pendampingan dari pemerintah. "Sebelum ini sudah ada uji coba enam koperasi dan ternyata efektif, jadi mulai dari pelatihan, pemberian pembiayaan dan yang utama pendampingan," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar