Ribuan orang akan menari bersama di Alun-alun Utara Yogyakarta

id jogja menari,sma teladan

ilustrasi- Sejumlah peserta program Siswa Mengenal Nusantara dari Kalimantan Tengah menari bersama saat acara pelepasan dan penutupan SMN Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2018 di Yogyakarta, Minggu (19/8). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/18.

Yogyakarta, (Antaranews Jogja) - Sebanyak 5.000 orang akan menari bersama dalam gelaran "Jogja Menari" yang dihelat untuk memeriahkan Reuni Perak SMA Negeri 1 Yogyakarta angkatan 1993 di Alun-alun Utara Yogyakarta pada Minggu (23/12).
    
"Jogja Menari memiliki konsep tentang kebhinnekaan, kesehatan, dan pelestarian budaya. Ini baru pertama kali di Yogyakarta," kata Koordinator penjurian Jogja Menari Renny Kusumowardhani di Yogyakarta, Jumat.
     
Menurut Renny, dalam acara yang digelar oleh Keluarga Alumni Teladan Yogyakarta itu (KATY) itu, ribuan peserta akan membawakan tari jaranan. Tari jaranan. menurut dia, sengaja dipilih karena merupakan jenis tari kreasi baru yang khusus diciptakan untuk Jogja Menari. "Terinspirasi dari tarian Angguk yang berasal dari Kulon Progo dan akan dikemas menjadi lebih menarik," kata dia.
     
Renny mengatakan penyelenggaraan acara itu menjadi salah satu wujud kepedulian KATY terhadap pelestarian budaya Indonesia sekaligus sebagai gerakan edukasi cinta budaya.
     
Dalam kegiatan yang ditargetkan bisa memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI)itu, menurut dia, ribuan peserta mempelajari tarian secara mandiri di Youtube sebelum menampilkan serentak pada acara itu.
     
"Jogja Menari ini diharapkan menjadi salah satu pelopor ikon gerakan edukasi cinta budaya Indonesia dari Yogyakarta," kata dia.
     
Ketua Panitia Acara Reuni Perak SMA Negeri 1 Yogyakarta , Heru Krisna mengatakan acara "Jogja Menari" akan menjadi sumbangan berarti dari alumni SMA Teladan Yogyakarta kepada kota budaya. Hingga Jumat (21/12), tercatat sebanyak 4.447 orang yang mendaftar mengikuti kegiatan itu.
    
Selain "Jogja Menari", untuk memeringati Reuni Perak SMA Negeri 1 Yogyakarta angkatan 1993, pada hari yang sama juga akan digelar "Jogja Color Walk". Sebelum berjalan mulai dari SMA 1 Yogyakarta hingga Alun-alun Utara, para peserta akan disemprot serbuk tepung warna-warni yang menjadi simbol kebhinnekaan.
    
"Kita perlu menghadirkan banyak kegiatan positif, kreatif, edukatif, dan inspiratif sehingga masyarakat bisa menikmatinya dengan penuh kegembiraan," kata dia.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar