Pengunjung objek wisata Kulon Progo mencapai 25.551 orang

id Pantai Glagah

Pantai Glagah Indah Kulon Progo Yogyakarta (Foto Antara)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Jumlah pengunjung objek wisata beretribusi di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama Libur Natal 2018 dari 22 sampai 25 Desember, mencapai 25.551 orang.
     
"Pada libur Natal dan Tahun Baru 2019, kami tidak menargetkan jumlah kunjungan wisatawan. Kami berusaha mengoptimalkan potensi wisata yang ada menjadi daya tarik, sehingga wisatawan berkunjung," kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulon Progo Niken Probo Laras di Kulon Progo, Rabu.
     
Ia mengatakan dari total kunjungan wisatawan selama libur Natal sebanyak 25.551 pengunjung, 48 persennya atau 12.810 pengunjung disumbang Pantai Glagah. Kemudian objek wisata yang mengalami lonjakan pengunjung adalah Pantai Trisik karena ada laguna dan konservasi penyu yang menjadi daya tarik wisatawan.
     
"Pantai Glagah masih menjadi objek wisata tujuan wisatawan saat berkunjung ke Kulon Progo. Puncak kunjungan wisatawan di Pantai Glagah terjadi pada Minggu (23/12) dengan jumlah pengunjung 5.455 orang," katanya.
     
Niken mengatakan kunjungan wisata pantai di Kulon Progo tidak terkena dampak adanya kejadian tsunami di Banten dan Lampung Selatan. Wisatawan pantai justru paling tinggi dibandingkan objek wisata lainnya, seperti Kawasan Kalibiru dan Pule Payung maupun kebun teh Nglinggo.
     
"Kami sangat bersyukur jumlah pengunjung pantai tidak menurun. Pada Sabtu (22/12) dan Minggu (23/12), jumlah wisatawan di Pantai Trisik sangat tinggi karena ada festival. Begitu juga pengunjung Pantai Glagah," katanya.
     
Koordinator TPR Pantai Glagah Agus Subianto mengatakan puncak kunjungan wisatawan di Pantai Glagah terjadi pada Minggu (23/12) yang mencapai 5.435 orang.
     
"Karena hujan, jumlah pengunjung berangsur berkurang, pada Selasa (25/12) hanya ada 3.150 pengunjung," katanya.
     
Agus mengatakan jumlah wisatawan yang berkunjung pada libur Natal tahun ini cukup banyak. Jumlah kunjungan wisatawan tidak berkurang meski ada tsunami di Banten dan Lampung Selatan.
   
 "Wisatawan hanya bertanya ombaknya besar tidak. Mereka tidak mandi di laut, hanya duduk-duduk di bibir pantai," katanya. 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar