ACT-UII berangkatkan truk kemanusiaan ke Banten dan Lampung

id Act

Truk kemanusiaan ACT yang berisi pangan dan logistik diberangkatkan dari halaman Universitas Islam Indonesia (UII), Senin. (foto istimewa)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Lembaga Filantropi Islam Aksi Cepat Tanggap (ACT) Daerah Istimewa Yogyakarta dan Universitas Islam Indonesia (UII)  memberangkatkan tiga truk kemanusiaan untuk para pengungsi di Banten, dan Lampung, Senin.
       
Tiga truk kemanusiaan yang berisi pangan dan logistik diberangkatkan dari halaman Universitas Islam Indonesia (UII).
     
"Semoga di penghujung akhir tahun 2018 ini, kita dapat memberi bantuan terbaik untuk saudara-saudara kita di pengungsian akibat tsunami yang menerjang Selat Sunda pekan lalu," kata Head of Partnership ACT DIY Bagus Suryanto di sela pemberangkatan truk kemanusiaan.
       
Menurut Bagus, rombongan truk tersebut akan menuju posko induk di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten dan perkirakan sampai pada Selasa (1/1).
       
"Semoga pengiriman bantuan pangan dan logistik ini dapat berjalan lancar dan  segera dapat dinikmati oleh para pengungsi baik di Banten maupun di Lampung," kata dia.
       
Wakil Rektor III UII, Rohidin mengatakan sudah yang kesekian kalinya ACT bersama UII memberangkatkan bantuan kemanusiaan untuk para terdampak bencana.

"Tidak berhenti hanya pengiriman bantuan kemanusiaan, di lokasi bencana seperti di Lombok dan Palu, UII bersama ACT juga telah membangun hunian (shelter), masjid serta sekolah untuk membantu kehidupan para pengungsi agar segera pulih," kata dia. 
   
Tsunami di Selat Sunda menyebabkan dampak yang luar biasa, setidaknya per-31 Desember 2018 tercatat 430 korban meninggal dunia, sebanyak 21.991 orang mengungsi, dan 924 rumah yang rusak, serta sekitar 159 orang yang saat ini belum ditemukan. 
   
Sebagai upaya penanggulangan bencana tersebut, menurut Bagus, ACT telah mengerahkan tim kebencanaan untuk membantu evakuasi dan perawatan medis, membangun posko dan dapur umum untuk membantu distribusi bantuan untuk para pengungsi, serta pengiriman bantuan kemanusiaan untuk memastikan kebutuhan pangan dan logistik para pengungsi tercukupi.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar