Bantul bangun 51 tempat pengelolaan sampah sistem 3R

id sampah

TPA sampah (Foto ANTARA)

Bantul (Antaranews Jogja) - Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga akhir 2018 telah membangun sebanyak 51 Tempat Pengelolaan Sampah dengan sistem reuse, reduce and recycle atau 3R di daerah tersebut.
    
"Kita setiap tahun membangun TPS (Tempat Pengelolaan Sampah) 3R, tahun 2017 kemarin sudah membangun sebanyak 31 TPS dan sampai akhir 2018 total semuanya sudah sebanyak 51 TPS 3R," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Ari Budi Nugroho di Bantul, Sabtu.
    
Menurut dia, puluhan TPS dengan sistem 3R itu dibangun di tengah-tengah kelompok masyarakat yang sudah memiliki kelembagaan pengelolaan sampah, bisa di tingkat pedukuhan, maupun desa tergantung klasifikasi pengelola sampah mandiri itu.
    
Pendirian TPS 3R itu, kata dia, bertujuan agar sampah yang dihasilkan bisa dipilah sesuai jenisnya dan kemudian diolah bagi sampah yang masih bisa dimanfaatkan, sedangkan yang tidak bisa diolah dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir sampah Piyungan.
    
"Misalnya sampah plastik dipisahkan dan sampah kertas juga dipisahkan, kemudian sampah daun dibuat menjadi kompos dan sebagainya, sedangkan sampah residu yang sudah tidak bisa dimanfaatkan ini nanti dari DLH kita yang akan mengambil," katanya.
    
"Sehingga dengan adanya TPS 3R ini akan mengurangi sampah yang harus dibuang ke TPA sampah Piyungan, jadi ini pengurangan sampah yang dimulai dari sumbernya. Karena masyarakat sudah diberi fasilitas dalam pengelolaannya," katanya.
    
Namun demikan, kata dia, keberadaan TPS 3R di seluruh Bantul ini juga akan dievaluasi mengenai operasionalnya termasuk apakah pengaruh terhadap pengurangan potensi sampah yang dihasilkan seluruh masyarakat Bantul untuk dibuang ke TPA sampah Piyungan.
    
"Ke depan juga akan evaluasi yang sudah dibangunkan TPS 3R ini bagaimana operasionalnya, ada kendala apa tidak, ini sebagai bahan kita evaluasi, misalnya ternyata kelembagaannya tidak optimal, sehingga harus kita perbaiki," katanya.
    
Selain itu, kata dia, apakah ternyata perlu ada perbaikan dari sisi pengelolaan atau fasilitas yang bisa diusulkan dan pemeliharaan di tahun-tahun selanjutnya. "Yang jelas kita sudah berupaya ke sana untuk penanganan sampah sejak dari sumbernya," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar