Yogyakarta siapkan skema bantuan penataan kios Senopati yang terbakar

id TKP Senopati, kebakaran

Yogyakarta siapkan skema bantuan penataan kios Senopati yang terbakar

Sisa kebakaran di Tempat Khusus Parkir Senopati Yogyakarta (Foto Antara/Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kota Yogyakarta terus melakukan koordinasi terkait persiapan skema bantuan untuk penataan kembali puluhan kios di Tempat Khusus Parkir Senopati yang hangus terbakar pada Minggu (6/1) malam.



“Kami akan melihat dari berbagai aspek terkait pemberian bantuan ini. Bentuk bantuannya seperti apa. Dimungkinkan juga, dengan ‘sharing’ anggaran, misalnya melibatkan pemilik kios,” kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Yogyakarta, Selasa.



Ia berharap agar bantuan untuk penataan kembali kios tersebut dapat segera dilakukan sehingga pemilik kios dapat kembali beraktivitas.



Meskipun pemilik kios tidak lagi mampu menyelamatkan barang dagangan mereka akibat kebakaran yang menghanguskan 35 kios di Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati, Haryadi mengingatkan agar pemilik kios tidak patah semangat.



“Kebakaran ini merupakan pelajaran bersama agar kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang. Saya harapkan, jika pedagang sudah menempati kembali kiosnya, mereka perlu melakukan upaya pencegahan dini dari bahaya kebakaran,” katanya.



Kios di TKP Senopati tersebut berada di bawah kewenangan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta. Namun, anggaran yang dialokasikan hanya untuk kebutuhan pemeliharaan dan bukan untuk pekerjaan fisik besar.



Kebakaran di TKP Senopati merupakan kejadian kebakaran pertama di Kota Yogyakarta pada 2019. Selain menghanguskan 35 kios, kebakaran yang menjalar cepat tersebut juga menghanguskan satu unit mobil dan satu unit sepeda motor.



Sebelumnya Kepala Seksi Operasional dan Penyelamatan Dinas Kebakaran Kota Yogyakarta Mahargyo mengatakan, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting trafo listrik yang berada di belakang kios.



“Api cepat menjalar karena barang dagangan di kios adalah pakaian yang sangat mudah terbakar. Kios pun terbuat dari besi yang cepat menghantarkan panas dan tidak ada sekat antar kios,” katanya.



Kerugian yang diakibatkan kebakaran tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah karena pedagang baru saja menambah stok barang dagangan di tiap kios. 



Salah satu pedagang, Amanah bahkan mengaku mengalami kerugian hingga Rp35 juta karena tambahan persediaan barang dagangan berupa pakaian seluruhnya ikut terbakar. “Saya memiliki beberapa kios di TKP Senopati. Satu kios terbakar dan untungnya api tidak menyambar kios di sisi timur padahal lokasinya cukup dekat,” katanya. 



Menurut dia, pedagang baru dapat melakukan pembersihan kios setelah garis batas polisi untuk keperluan penyelidikan penyebab kebakaran dihilangkan.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar