Tingkat kehadiran anggota DPRD Sleman turun

id DPRD Sleman

Ilustrasi, Bupati Sleman Sri Purnomo saat menyampaikan laporan LKPJ di DPRD Sleman. (Foto Antara/ Humas Sleman)

Sleman (Antaranews Jogja) - Ketua Badan kehormatan DPRD Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Prasetyo menyebutkan prosentase kehadiran anggota dewan dalam beberapa bulan terakhir menurun dan hanya berkisar 70 persen saja yang hadir.
     
"Selama empat bulan, sejak September hingga Desember 2018 kehadiran anggota dewan berkisar sebesar 70,44 persen," kata Prasetyo di Sleman, Rabu.
     
Menurut dia, sebelumnya dalam masa sidang kedua tingkat kehadiran anggota dewan masih mencapai sekitar 80 persen, namun mendekati akhir tahun justru menurun.
     
"Kondisi seperti ini memang sangat memprihatinkan," katanya.
     
Ia mengatakan, rendahnya kehadiran anggota dewan akan berakibat pada pengambilan keputusan. Padahal aturan mainnya kehadiran dewan dalam pengambilan keputusan paling tidak 3/4 dari jumlah total anggota dewan harus hadir. 
     
"Kalau yang hadir 70 persen itu sangat riskan. Bisa tidak kuorum," katanya.
     
Prasetyo mengatakan, diakui memang menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 ini para anggota dewan sibuk mempersiapkan diri, tetapi semestinya mereka juga tetap komitmen untuk menjalankan tugasnya hingga tuntas masa jabatannya.
     
"Ya meskipun dibilang sibuk, anggota dewan tetap harus menjalankan tugasnya" katanya.
     
Anggota Forum Pengamat Independen (Forpi) Kabupaten Sleman Hempri Suyatna juga mempertanyakan komitmen para anggota dewan yang mulai jarang hadir.
     
"Hal itu menunjukkan komitmen anggota dewan masih rendah," katanya.
     
Ia mengatakan, anggota dewan seharusnya memperhatikan jadwal sidang agar banyak dewan yang hadir. Namun, hal itu seharusnya bukan jadi alasan jika para dewan benar-benar ingin menjadi wakil rakyat.
     
"Mereka ini kan merupakan  perwakilan dari rakyat. Sangat memalukan jika kehadiran anggota dalam sidang rendah. Padahal itu untuk menentukan kebijakan yang kaitannya dengan kesejahteraan rakyat. Seharusnya mereka mementingkan kepentingan rakyat," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar