Satgas Antimafia Bola periksa wasit Liga 2 di Yogyakarta

id Mafia bola,Wasit liga 2

Kuasa Hukum Wasit Liga 2 asal Yogyakarta Muhamad Irham, Taufiqurrahman seusai mendampingi kliennya yang diperiksa Satgas Antimafia Bola di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Kamis. (Foto Antara/Luqman Hakim)

 Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Mabes Polri memeriksa salah satu Wasit Liga 2 asal Yogyakarta Muhamad Irham di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Kamis.
         
Pemeriksaan itu dilakukan Satgas Mabes Polri bersama Satgas Antimafia Bola Wilayah Polda DIY mulai pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB. Muhamad Irham hadir dengan didampingi kuasa hukumnya, Taufiqurrahman.
         
"Klien saya sudah diperiksa, sudah di-BAP terkait dengan pelaksanaan Liga 2. Dalam hal ini klien saya adalah wasit yang memimpin beberapa pertandingan di Liga 2," kata Taufiqurrahman seusai mendampingi pemeriksaan kliennya.
           
Menurut Taufiq, Irham telah menyampaikan berbagai hal kepada satgas yang berkaitan dengan  dugaan "match manipulation" atau manipulasi pertandingan dalam laga Liga 2. 
           
"Kami sudah sampaikan semua segala sesuatunya termasuk adanya dugaan 'match manipulation' maupun praktik-praktik intimidasi terhadap perangkat pertandingan lainnya serta praktik-praktik kotor lainnya," kata dia.
         
Lebih dari itu, menurut dia, Irhan juga telah mengungkap orang-orang yang terlibat beserta klub-klub sepak bola yang berkepentingan terhadap praktik curang itu.
           
"Sudah kami buka semuanya dan harapan kami satu, sepak bola di Indonesia menjadi lebih baik," kata dia.
         
Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola Mabes Polri Brigadir Jenderal Krishna Murti juga tampak hadir. Meski demikian, kehadiran Krishna hanya memberikan fasilitas asistensi kepada Satgas Wilayah Antimafia Bola Polda DIY.
     
"Saya hari ini cuma memberikan asistensi penyidikan yang dilakukan satgas di wilayah Polda DIY," kata Krishna.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar