Sultan resmikan jalur alternatif Ngalang-Gading

id sultan

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Foto Antara/Luqman Hakim)

Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X meresmikan jalur  alternatif Sleman-Gunung Kidul yang menghubungkan Ngalang-Gading untuk membuka akses wisata di Kabupaten Gunung Kidul. 
     
Sultan di Gunung Kidul, Kamis, mengatakan jalur alternatif mengurangi kepadatan lewat Patuk (Yogyakarta-Wonosari), untuk mempermudah akses pariwisata maupun untuk masyarakat yang dari Sleman tidak mesti dari lewat Piyungan, begitu pula sebaliknya.
   
Sultan menargetkan di 2021 seluruh jalur benar-benar tersambung. "Jalan ini sampai prambanan sangat banyak objek wisatanya, Dari Breksi, dari lava bantal dan sebagianya lewat ini semuanya nanti, sampai Prambanan. Taregtnya 2021 harus sudah selesai," katanya.
     
Ia beharap potensi ini dimanfaatkan sehingga dapat mendongkrak perekonomian bagi warga sekitar. "Harapannya dengan akses seperti tidak mengurangi  perkembangan pariwisata nanti yang tumbuh disebelah barat, sebelah timur ini khusunya di Gunung Kidul tidak slow down," katanya.
     
Selain itu, juga diharapkan mampu mengurai kemacetan di ruas jalan Yogyakarta-Wonosari seperti misalnya Sambipitu, Patuk, Bukit Bintang, Piyungan. Beban berat arus lalu lintas di kawasan tersebut bisa dialihkan melalui jalan alternatif ini. Dengan lebar jalan mencapai 7,5 meter, jalur ini memang cukup lega dan bisa digunakan secara optimal. Kemudian juga dapat mengurangi waktu tempuh sehingga lebih efisien dibandingan dengan sebelumnya.
     
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral DIY Bambang Sugaib mengatakan pembangunan Ngalang-Gading menghabiskan anggaran Rp2 Miliar.
     
"Selanjutnya kita targetkan penyelesaian Ngalang-Ngoro-oro di Patuk," katanya.
     
Bupati Gunung Kidul Badingah menyambut baik selesainya jalur penghubung Ngalang-Gading. Jalan baru ini diharapkan cepat tersambung supaya dapat meningkatkan kunjungan pariwisata di Kabupaten Gunung Kidul.
     
Jalur Tawang-Ngalang, Pemerintah DIY mengalokasikan anggaran sekitar Rp280 miliar. Rencananya selain untuk membangun jalan, juga dimanfaatkan pembangunan empat jembatan "Semoga targetnya bisa diselesaikan tepat waktu, dan kedepan semakin memudahkan wisatawan yang akan berkunjung ke Gunung Kidul," katanya.
     
Anggota Komisi C DPRD Gunung Kidul Anton Supriyadi berharap pemerintah daerah secepatnya menyelesaikan pembebasan lahan yang masih kurang. "Pemda kami dorong untuk segera menyelesaikan pembebasan lahan," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar