BMKG : intensitas hujan di Yogyakarta menurun

id Bmkg

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, dok (Foto ANTARA)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta memprakirakan adanya tren penurunan instensitas curah hujan di Yogyakarta selama 2 hingga 3 hari ke depan yang dipicu adanya gangguan cuaca.
       
"Intensitas hujan sedikit berkurang, hal ini terjadi karena adanya pola angin yg tidak mendukung bagi pembentukan awan awan hujan," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiono di Yogyakarta, Jumat.
         
Menurut Djoko, pola angin yang tidak mendukung itu berupa area-area netral atau area yang pola anginnya lemah seperti di wilayah Yogyakarta saat ini. Dengan demikian, praktis wilayah yang masuk dalam area netral ini umumnya cuacanya akan cerah.
       
"Meskipun demikian kondisi seperti ini tidak akan berlangsung lama. Diprediksi dalam beberapa hari ke depan akan berubah pola anginnya. Sehingga pembentukan hujan dengan kategori sedang lebat akan kembali berpotensi muncul di yogyakarta," kata dia.
         
Mengingat saat ini masih musim hujan, Djoko berharap masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi peningkatan curah hujan yang signifikan pada masa puncak musim hujan memasuki dasarian kedua hingga ketiga Januari sampai Februari 2019.
     
"Diprediksikan hujan di periode puncak musim hujan Wilayah DIY akan mengalami peningkatan curah hujan mencapai 100 sampai 200 milimeter per dasarian," kata dia.
     
Selama masa puncak musim hujan, menurut dia, juga berpotensi terjadi bencana hidrimeteorologi sepereti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, hingga petir.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar