Polres Bantul tangkap pelaku perdagangan satwa dilindungi

id Polres

Satwa dilindungi pemerintah yang diamankan Polres Bantul karena akan dijual pelaku perdagangan satwa (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul (Antaranews Jogja) - Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menangkap pelaku perdagangan satwa dilindungi pemerintah yang beroperasi di daerah ini.

 "Kemarin (Kamis, 10/1) siang kami mengamankan beberapa satwa yang dilindungi, yang rencananya akan dijual oleh pelaku sehingga kami amankan dan membawa ke polres," kata Kepala Satreskrim Polres Bantul AKP Rudi Prabowo saat konferensi pers di Bantul, Jumat.
     
Pelaku yang diamankan Satreskrim Polres Bantul itu berinisial S (56), pekerjaan wiraswasta dengan alamat sesuai KTP dari Jepara, Jawa Tengah (Jateng). Selain pelaku, petugas juga mengamankan beberapa satwa dilindungi yang hendak dijual. 
     
"Kemudian kami mengamankan satu orang yang sudah ditetapkan menjadi tersangka, jadi sampai dengan hari ini kami sudah menetapkan satu orang tersangka perdagangan satwa yang dilindungi," katanya. 
     
Dia mengatakan, yang bersangkutan akan disangkakan dengan pasal 1 ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dengan ancaman hukuman lima tahun dan denda maksimal Rp100 juta.
     
Menurut dia, sebelum dilakukan penangkapan itu, jajarannya mendapat informasi tentang adanya seorang yang membawa satwa-satwa dilindungi yang kemudian rencananya akan dijual, dari informasi tersebut kemudian dilakukan pengembangan penyelidikan. 
     
"Kemudian kami lakukan penangkapan, TKP-nya di Piramyd (Jalan Parangtritis), kalau nilai jual perlu pendalaman lebih lanjut, karena yang namanya satwa itu kalau dari BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam) tidak ternilai," katanya. 
     
Rudi mengatakan, beberapa satwa dilindungi pemerintah yang diamankan diantaranya berupa burung cendrawasih, kangguru dan burung kasuari, dan menurut pengakuan tersangka seperti burung cendrawasih akan dijual seharga Rp35 juta. 
   
Dia mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka tersebut mengaku membeli satwa dilindungi itu dari seseorang yang diangkut dari sebuah kapal namun demikian hal itu masih dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh kepolisian. 

"Apakah dari luar pulau atau dari mana masih kita dalami, termasuk adanya teman  yang bisa berikan satwa yang dilindungi. Untuk sementara (tersangka) masih sendiri, nanti kami akan pendalaman lebih lanjut," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar