Yogyakarta terus matangkan persiapan UNBK

id UNBK, SMP

Kesiapan laboratorium komputer di salah satu SMP negeri di Kota Yogyakarta, salah satunya untuk UNBK (Foto Antara/Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Meski pelaksanaan UNBK untuk jenjang SMP masih menyisakan waktu sekitar tiga bulan, namun berbagai persiapan sarana dan prasarana untuk kelancaran pelaksanaan ujian terus dilakukan, salah satunya pemenuhan kebutuhan komputer.



“Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) mutlak dilaksanakan. Kegiatan ini pun, bukan untuk pertama kali digelar tetapi sudah beberapa kali. Meskipun demikian, berbagai persiapan tetap harus dilakukan, semua kebutuhan harus dipastikan terpenuhi khususnya sarana dan prasarana,” kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di sela peresmian laboratorium komputer di SMP Negeri 5 Yogyakarta, Jumat.



Menurut dia, Pemerintah Kota Yogyakarta bersama berbagai instansi terkait seperti Dinas Pendidikan akan melakukan “sampling” untuk mengetahui kesiapan sekolah menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK). 



“Saya tidak mau hanya menerima laporan saja terkait kesiapan UNBK, tetapi harus langsung turun untuk memastikan bagaimana kesiapan seluruh sekolah. Nanti, kami berbagai tugas dengan beberapa pihak terkait mengecek langsung kesiapan sekolah. Memang belum akan dilakukan dalam waktu dekat, tetapi nanti pasti akan dilakukan,” kata Haryadi.  



Selain kesiapan sarana dan prasarana sekolah, ia mengatakan, Pemerintah Kota Yogyakarta juga akan berkoordinasi dengan PT PLN agar tidak terjadi pemadaman listrik saat pelaksanaan UNBK karena dikhawatirkan mengganggu peserta.



“Sudah ada standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan untuk pelaksanaan UNBK. Tinggal dipertajam lagi supaya semakin mantap. Termasuk kesiapan siswa yang akan menjalaninya,” katanya.



Ia pun mengapresiasi berbagai upaya sekolah untuk meningkatkan kesiapan siswa menjelang pelaksanaan UNBK, yaitu tidak hanya penguatan materi pelajaran saja tetapi juga penguatan mental siswa dengan menggelar berbagai kegiatan keagamaan, seperti berdoa dan beribadah bersama.



 “Jauhi suasana yang menegangkan. Ujian nasional adalah salah satu tahapan yang memang harus dilalui sehingga hal tersebut adalah hal yang biasa. Semua orang juga pasti pernah mengikuti ujian,” katanya.



Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta berencana menggelar UNBK 2019 dalam dua sesi saja yaitu sesi pagi dan siang sehingga tidak ada lagi sesi ketiga yang mengharuskan peserta ujian pulang hingga sore hari.



Pelaksanaan UNBK dalam dua sesi tersebut sangat dimungkinkan karena setiap SMP di Kota Yogyakarta memiliki komputer dengan jumlah minimal setengah dari total siswa yang menjadi peserta UNBK di sekolah tersebut, ditambah cadangan komputer sebanyak 10 persen.



Di Kota Yogyakarta terdapat 65 SMP yang melaksanakan UNBK dan hanya ada satu SMP yang akan bergabung dengan SMP lain saat UNBK.



UNBK akan digelar pada 22-25 April dengan empat mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Bahasa Inggris. Seluruh soal berbentuk pilihan ganda dan tetap memasukkan soal kategori “high order thinking skill” (HOTS).

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar