KPU Gunung Kidul targetkan partisipasi pemilih 80 persen

id pemilih pemilu

Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 (Foto Antara)

Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mentargetkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 sebanyak 80 persen.
     
"KPU Gunung Kidul sudah mencanangkan target sebesar 80 persen. Target ini lebih tinggi dari target nasional yang hanya mencanangkan 77,5 persen pemilih," kata Ketua KPU Gunung Kidul Ahmadi Ruslan Hani di Gunung Kidul, Jumat.
   
Dia mengatakan salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Salah satunya dengan relawan demokrasi.
     
"Kami akan intensif melakukan sosialisasi. Salah satunya melalui relawan demokrasi yang akan dibentuk," katanya.
     
Hani mengatakan rekrutmen relawan demokrasi terbuka untuk umum. Adapun relawan yang dibutuhkan berjumlah 55 orang. "Untuk anggota relawan dikelompokan dalam sepuluh kategori dengan basis pemilih strategis," katanya.
     
Dia mengatakan relawan demokrasi ini penting untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sehingga diharapkan pemilu berjalan dengan baik dan lancar. "Kami berharap pemilu bisa berjalan dengan baik, dan lancar," katanya.
     
Kapolres Gunung Kidul AKBP Ahmad Fuady mengatakan ada 745 personel yang disiapkan, di luar itu juga disiagakan 1.188 personel disiagakan, untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat saat menjelang pemilu nanti. Pada kampanye terbuka nantinya jika ada tindakan pelanggaran-pelanggaran dalam berlalu lintas oleh simpatisan partai politik akan ditindak secara tegas. Bukan tidak mungkin pihaknya melakukan proses penegakan hukum berupa penilangan akan diberlakukan jajarannya. Sebab, menurutnya pelanggaran lalu lintas semacam itu dapat memancing kegaduhan di tengah masyarakat.
     
"Nantinya akan ada tindakan tegas jika melanggar lalu lintas dalam pelaksanaan kampanye terbuka. Baik tidak mengenakan helm, kendaraan tidak standard dan lain sebagainya ,"katanya.
     
Ia mengaakan dalam pemulu nanti pihaknya memastikan netralitas jajarannya. "Hukumnya wajib tidak bisa ditawar, kita bersikap netral. Kami juga sudah mengimbau kepada seluruh anggota, saat berfoto untuk tidak menunjuklan jari atau tanda yang dapat diterjemahkan oleh orang lain, mendukung salah satu calon," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar