Tim SAR temukan bocah hanyut di Sungai Progo

id Tim SAR gabungan

Tim SAR Gabungan mengevakuasi jasad bocah yang hanyut karena terpeleset di Sungai Progo wilayah Srandakan, Kabupaten Bantul, DIY (Foto Humas Basarnas Yogyakarta)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Tim Search And Research Gabungan, Jumat, menemukan jasad bocah korban hanyut setelah tercebur di aliran Sungai Progo wilayah Cagunan Desa Trimurti Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (10/1) siang.
       
Humas Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) Yogyakarta Pipit Eriyanto dalam keterangannya di Yogyakarta, Jumat sore mengatakan, upaya Tim SAR Gabungan dalam pencarian hari ke dua terhadap bocah korban tenggelam di Sungai Progo akhirnya membuahkan hasil. 
     
"Korban laka (kecelakaan) di Sungai Progo ditemukan Tim SAR gabungan sekitar pukul 15.15 WIB di selatan Dam (bendungan air) yang kurang lebih berjarak sekitar 1,5 kilomer dari lokasi kejadian," katanya. 
     
Korban tersebut bernama Pamungkas, pelajar berumur 10 tahun asal Gunungsaren Lor Desa Trimurti Srandakan Bantul. Bocah tersebut dilaporkan hanyut setelah tercebur akibat terpeleset di Sungai Progo pada Kamis (10/1) sekitar pukul 14.30 WIB.
     
Menurut dia, pada pencarian hari ke dua itu, Tim SAR Gabungan telah menerjunkan dua perahu karet milik Basarnas dan perahu karet milik Direkrorat Polair Polda DIY. Selain melakukan penyisiran dengan perahu karet, juga melakukan penyelaman di sekitar lokasi pencarian. 
     
Sementara itu, Komandan Tim SAR dari Basarnas Yogyakarta Aditya Sumarsono mengatakan sekitar pukul 15.15 WIB pihaknya mendapat informasi dari seorang pemancing dan penambang di sekitar Dam melihat sesosok yang mengapung di selatan bangunan sungai itu. 
     
"Mendapat laporan itu Tim SAR Gabungan langsung meluncur ke lokasi. Setelah memastikan yang terapung itu adalah korban laka sungai Progo, Tim SAR langsung mengevakuasi jasad korban untuk dibawa ke rumah duka," katanya. 
     
Menurut dia, pencarian korban kecelakaan sungai Progo tersebut melibatkan kurang lebih 50 anggota Tim SAR Gabungan yang diantaranya dari Basarnas, Pos AL Samas, Polair Polda DIY, SAR Bantul, SAR Kulon Progo dan potensi SAR lainnya serta warga sekitar.
     
Dengan diitemukannya korban bernama Pamungkas tersebut operasi SAR  yang dikoordinasi Kantor Basarnas Yogyakarta dinyatakan ditutup dan unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
     
Adapun kronologi kecelakaan sungai itu berawal ketika korban bersama empat temannya pada Kamis (10/1) sekitar pukul 14.00 WIB menuju Sungai Progo dusun Cagunan Trimurti untuk memancing ikan, namun oleh Pak Langgeng disuruh pulang karena kondisi sungai sedang banjir.
     
Kemudian mereka menuruti imbauan untuk kembali ke rumah masing masing, tetapi setelah itu korban kembali menuju sungai melewati jalan lain dan bertemu dua temannya yang akan memancing di Sungai Progo, namun setelah sampai TKP korban terpeleset dan hanyut ke sungai.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar