Produksi bawang merah dan cabai naik

id Bawang merah

Produksi bawang merah. (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/aww/)

Bantul  (Antaranews Jogja) - Produksi bawang merah dan cabai di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada musim tanam 2018 mengalami kenaikan dibanding produksi komoditas hortikultura tersebut pada 2017.
     
"Untuk sektor pertanian hortikultura kita itu ada kenaikan, seperti bawang merah dan cabai kita itu produksinya naik," kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Senin.
     
Pihaknya tidak merinci berapa kenaikan produksi bawang merah dan cabai itu, tetapi berdasarkan data yang dihimpun dari seluruh petani Bantul untuk bawang merah sebanyak 7.910 ton, sementara cabai merah sebanyak 1.497 ton.
       
Menurut dia, kenaikan produksi pangan hortikultura itu dikarenakan faktor dua hal yaitu bertambahnya luas tanaman bawang merah dan cabai kemudian produktifitas rata-rata tiap hektarenya naik karena perlakuan yang lebih baik. 
     
"Faktornya, dari yang tadinya (lahan)  kurang produktif menjadi produktif, kemudian tadinya hanya sekadar ditanami tanaman jagung dan kedelai itu menjadi bawang merah," katanya.
     
Pulung mengatakan, penambahan luas tanaman bawang merah utamanya di wilayah Desa Selopamioro Imogiri dan sebagian wilayah Kecamatan Sedayu. Sementara kalau lahan bawang merah dan cabai sentranya ada di tiga kecamatan wilayah pesisir.
     
"Banyak di Selopamioro (Imogiri) sama Sedayu, bahkan di Sedayu itu luar biasa, dan sekarang malah ada pengembangan tanaman kedelai. Itu merupakan sebuah kreatifitas kelompok tani dan camatnya," katanya.
     
Dia juga mengatakan, petani bawang merah dan cabai mayoritas sudah menanam pada bulan Oktober dengan memperhitungkan panen pada November-Desember, sehingga harga jualnya tinggi karena permintaan pasar meningkat. 
     
"Yang kita senang itu teman-teman petani tidak menanam di bulan Agustus untuk bawang merah dan cabai, tapi nanamnya di Oktober, sehingga kemarin harganya bagus dan menguntungkan petani," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar