KPU Yogyakarta perpanjang pendaftaran relawan demokrasi

id kpu yogyakarta

KPU Kota Yogyakarta (Foto jogja.antaranews.com)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Komisi Pemilihan Umum Kota Yogyakarta memutuskan memperpanjang masa pendaftaran Relawan Demokrasi selama dua hari hingga Rabu (16/1) untuk memberikan kesempatan lebih banyak ke masyarakat berpartisipasi dalam tahapan pelaksanaan Pemilu 2019.



 “Hingga batas akhir pendaftaran pada Senin (14/1), masyarakat yang berminat mendaftar masih sedikit. Baru ada 38 pendaftar sehingga kami memutuskan untuk memperpanjang masa pendaftaran hingga Rabu (16/1),” kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta Frenky Argitawan Mahendra di Yogyakarta, Selasa.



 Sebelumnya, KPU Kota Yogyakarta memasang target jumlah Relawan Demokrasi yang akan digerakkan untuk mendukung sosialisasi pelaksanaan Pemilu 2019 mencapai 55 orang yang berasal dari 11 basis kelompok di masyarakat.



 Frenky menyebut, banyak pendaftar yang berasal dari luar Kota Yogyakarta sehingga KPU Kota Yogyakarta tidak dapat menerima dan memproses berkas pendaftaran karena di dalam petunjuk teknis diatur bahwa Relawan Demokrasi harus warga Kota Yogyakarta yang dibuktikan dengan kepemilikan kartu tanda penduduk (KTP).



 Untuk memenuhi target yang ditetapkan, KPU Kota Yogyakarta melakukan berbagai upaya di antaranya, mengundang sejumlah organisasi yang ada di masyarakat untuk membantu sosialisasi pendaftaran Relawan Demokrasi.



 “Kami usahakan bisa memenuhi target karena Relawan Demokrasi ini menjadi bagian penting dalam sosialisasi Pemilu 2019 guna meningkatkan partisipasi pemilih,” katanya.



 Sementara itu, sebanyak 11 basis kelompok masyarakat yang dilibatkan menjadi Relawan Demokrasi di antaranya berasal dari kelompok berbasis keluarga, pemilih pemula, pemilih muda, pemilih perempuan, penyandang disabilitas, pemilih berkebutuhan khusus, kaum marjinal, komunitas, keagamaan dan warga internet.



 “Setiap Relawan Demokrasi akan melakukan sosialisasi ke kelompok atau basis mereka masing-masing. Mereka akan bekerja selama tiga bulan dengan honor Rp750.000 per bulan,” katanya.



Selain warga Kota Yogyakarta, syarat yang harus dipenuhi antara lain, berusia minimal 17 tahun, nonpartisan, terdaftar sebagai pemilih, bukan penyelenggara pemilu dan khusus pendaftar dari basis warga internet juga dituntut untuk bisa mengoperasikan atau membuat konten, slogan hingga meme, serta memiliki minimal tiga akun media sosial dengan pengikut minimal 1.000 orang.



KPU Kota Yogyakarta berharap, keberadaan Relawan Demokrasi tersebut dapat mendukung pencapaian target partisipasi warga dalam Pemilu 2019 yaitu sebesar 77,5 persen.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar