Penyusunan amdal Taman Pintar 2 Yogyakarta segera rampung

id taman pintar

Taman Pintar Yogyakarta (Foto Antara/Alin)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan sebagai dokumen yang harus dimiliki untuk membangun Taman Pintar 2 ditargetkan segera rampung sehingga rencana pembangunan taman wisata dan edukasi tersebut dapat dilakukan tepat waktu.



“Penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan analisis dampak lalu lintas masih terus berproses tetapi akan segera rampung. Harapannya, Januari ini selesai,” kata Kepala Bidang Taman Pintar Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Afia Rosdiana di Yogyakarta, Selasa.



Menurut Afia, tahapan pembangunan Taman Pintar 2 akan dilakukan setelah semua dokumen dan persyaratan dipenuhi yang dimulai dengan pembangunan embung seluas 1,1 hektare menggunakan dana dari pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak.



Pembangunan kemudian dilanjutkan tahap berikutnya yaitu membangun gedung dan kelengkapan fasilitas lain. “Mungkin akan ada tiga atau empat tahap pembangunan,” katanya. 



Taman Pintar 2 akan dibangun di Jalan Tegalturi Giwangan Yogyakarta di lahan seluas 3,29 hektare dengan konsep konservasi air atau berbeda dengan konsep Taman Pintar di Jalan Senopati Yogyakarta yang menampilkan beragam ilmu pengetahuan dan teknologi.



 “Tidak ada masalah ketersediaan lahan untuk pembangunan Taman Pintar 2. Lahannya sudah ada, tinggal proses pembangunannya saja,” katanya.



Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Suyana mengatakan, penyusunan amdal akan memasuki tahap akhir pada pekan kedua Januari.



“Tidak ada masalah untuk daya dukung lingkungannya karena embung berfungsi sebagai tangkapan air. Bahkan, keberadaan embung justru akan meningkatkan resapan air tanah di kawasan tersebut,” katanya.



Sedangkan untuk analisis dampak lalu lintas, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Muhammad Zandaru Budi mengatakan hal senada, yaitu dokumen analisis dampak lalu lintas akan segera diselesaikan.



“Dokumen sudah dibahas secara internal. Tinggal menyusun rekomendasi terkait hal-hal teknis,” katanya.



Salah satu rekomendasi yang akan dituangkan dalam dokumen lalu lintas tersebut di antaranya, peningkatan kapasitas Jalan Tegalturi dan Jalan Sorogenen agar mampu dilintasi bus pariwisata berukuran besar sebagai rekomendasi jangka panjang.



 Jalan Tegalturi saat ini memiliki lebar sekitar enam meter dengan dua jalur. “Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas jalan menjadi empat lajur dengan lebar antara 12 meter hingga 14 meter. Itu rekomendasi jangka panjang,” katanya.



 Sedangkan untuk rekomendasi jangka pendek, dapat dilakukan dengan rekayasa lalu lintas yaitu mengubah arus kendaraan menjadi satu arah ke barat di Jalan Tegalturi hingga Jalan Sorogenen.



 “Karena lebar jalan yang terbatas, maka bus pariwisata berukuran besar diminta hanya menurunkan penumpang dan kemudian memanfaatkan parkir di lahan bekas STIE Kerja Sama,” katanya.



 Lahan parkir di area Taman Pintar 2 hanya akan dimanfaatkan untuk kendaraan berdimensi kecil.



Selain peningkatan kapasitas jalan, Dinas Perhubungan juga akan merekomendasikan normalisasi sejumlah simpang agar bus besar bisa berbelok dengan lebih mudah, seperti di simpang tiga Jalan Tegalturi, simpang empat Wirosaban, dan simpang tiga Karangkajen.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar