Pemkot melanjutkan penataan trotoar di sirip Jalan Malioboro

id Malioboro, trotoar, Jalan Suryatmajan, Jalan Pajeksan

Pemkot melanjutkan penataan trotoar di sirip Jalan Malioboro

Jalan Malioboro Yogyakarta. ANTARA FOTO/Noveradika/14

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta akan melanjutkan pekerjaan penataan saluran air hujan dan trotoar di dua sirip Jalan Malioboro guna mendukung penataan kawasan.
   
“Kami akan tata saluran air hujan, trotoar dan jalannya. Harapannya, penataan trotoar ini akan mendukung penataan kawasan Malioboro yang akan ditetapkan sebagai kawasan semi pedestrian,” kata Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Umi Akhsanti di Yogyakarta, Jumat.
   
Sasaran penataan saluran air hujan dan trotoar di sirip Jalan Malioboro akan dilakukan di dua ruas jalan yaitu Jalan Suryatmajan dan Jalan Pajeksan.
   
Pemerintah DIY telah terlebih dulu melakukan penataan trotoar di ruas Jalan Suryatmajan sisi utara dan akan dilanjutkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta dengan melakukan penataan trotoar di sisi selatan.
   
Sedangkan di Jalan Pajeksan akan dilakukan penataan saluran air hujan dan trotoar di sisi utara maupun di sisi selatan jalan.
   
Seluruh pendanaan untuk penataan trotoar dan saluran air hujan di dua ruas jalan tersebut berasal dari dana keistimewaan dengan alokasi anggaran sekitar Rp8 miliar.
   
“Lebar trotoar untuk di Jalan Suryatmajan sekitar 1,2 meter sedangkan di Jalan Pajeksan akan dibuat dengan ukuran yang proporsional disesuaikan dengan lebar jalan. Lebar trotoarnya akan lebih kecil dibanding di Jalan Suryatmajan,” katanya.
   
Material bangunan yang akan digunakan untuk perbaikan trotoar di kedua ruas jalan tersebut akan disesuaikan dengan material trotoar yang digunakan di Jalan Malioboro.
   
Umi menargetkan, pekerjaan revitalisasi trotoar di dua ruas jalan tersebut diharapkan sudah bisa dilaksanakan pada triwulan dua. “Kami akan berkoordinasi dulu dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro untuk membicarakan teknis pekerjaan di lapangan,” katanya.
   
Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, upaya untuk menjadikan kawasan Malioboro sebagai kawasan semi pedestrian terus dilakukan termasuk penataan lalu lintas.
   
“DIY melakukan penataan di jalur utama sedangkan kami melakukan perbaikan di sirip-sirip Jalan Malioboro guna mendukung penataan lalu lintas tersebut. Harapannya, penataan lalu lintas tidak hanya dilakukan di ring satu Malioboro saja tetapi juga di kawasan lain yang berpotensi terdampak,” katanya.
   
Selain penataan lalu lintas, juga akan dilakukan penataan terhadap pedagang kaki lima (PKL) dengan menyiapkan tempat di bekas gedung bioskop Indra. “Ini pun masih menunggu koordinasi dengan DIY. PKL mana saja yang akan menempati gedung baru tersebut juga belum ditetapkan,” katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar