PHRI yakin "Jogja Heboh" mampu dongkrak okupansi hotel

id jogja heboh

PHRI yakin "Jogja Heboh" mampu dongkrak okupansi hotel

ilustrasi- Festival Kampung Wisata Jathilan anak dari Kampung Pandeyan .(Foto ANTARA/Isroviana/agas/17)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Perhimpunan Hotel dan Retoran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta meyakini paket wisata murah "Jogja Heboh" yang akan diselenggarakan selama Februari 2019 mampu mendongkrak okupansi atau keterisian kamar hotel di Yogyakarta yang hingga saat ini masih rendah.
    
"Kami yakin dengan event "Jogja Heboh" akan dapat mendongkrak okupansi hotel di Yogyakarta antara 10 sampai 15 persen," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istijab M Danunagoro di Yogyakarta, Sabtu.
     
Menurut Istijab, sejak awal Januari 2019 okupansi rata-rata hotel di ring satu Kota Yogyakarta masih mencapai 70 persen, sedangkan di ring dua rata-rata 60 persen. Kegiatan Meeting, Incentive, Convention, Exhibition atau MICE juga masih sepi. "Sampai sekarang MICE masih belu mulai muncul lagi," kata dia.
     
Merespons masih rendahnya tingkat okupansi, menurut dia, PHRI bersama Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) DIY, serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DIY lantas menggelar Jogja Heboh berupa paket perjalanan wisata murah mulai 1 hingga 28 Februari 2019.
     
Menurut dia, sejumlah hotel berbintang yang berpartisipasi dalam event itu akan menawarkan diskon tarif menginap hingga 60 persen.
     
Selain itu, lanjut Istijab, biro perjalanan yang tergabung dalam Asita DIY juga akan memberikan paket perjalanan murah serta menawarkan destinasi-destinasi wisata baru dan menarik di DIY.
     
Ketua Dua Jogja Heboh 2019 Arif Effendi mengatakan ada dua kegiatan utama yang akan digelar untuk menyemarakkan Jogja Heboh yaitu atraksi wisata dan belanja atau transaksi.
  
Atraksi wisata yang diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan diantaranya pentas seni dan budaya, pameran, hingga kegiatan olahraga seperti yang akan digelar di Kabupaten Kulon Progo yaitu "color run".
   
Sedangkan untuk kegiatan transaksi atau perekonomian, di antaranya pemberian potongan harga saat berbelanja hingga potongan tarif hotel yang cukup besar, yaitu 60 persen.
   
Dalam pelaksanaan Jogja Heboh untuk tahun ketiga ini, lanjut Arif, juga disiapkan aplikasi khusus yang akan memudahkan masyarakat atau wisatawan saat akan berbelanja baik di pasar modern, pasar tradisional, tempat wisata hingga akomodasi.
    
Public Relation Hotel Tentrem Yogyakarta Venta Pramusanti di Yogyakarta, Selasa, mengatakan sejak awal Januari 2019 hingga saat ini okupansi di Tentrem masih rendah dengan rata-rata di bawah 70 persen per hari.
    
"Seperti hotel-hotel lainnya okupansi di Tentrem masih landai atau bahkan mengalami penurunan pada tiga bulan pertama di awal tahun," kata Venta.
     
Menurut dia, jika dibandingkan periode yang sama pada awal 2018, okupansi saat ini mengalami penurunan. Pada Januari 2018, rata-rata tingkat hunian di Hotel Tentrem mampu mencapai lebih dari 76 persen yang dipengaruhi oleh banyaknya event nasional maupun internasional.
   
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar