Jumlah hotel dan penginapan di Bantul masih kurang

id hotel

Ilustrasi pembangunan hotel (Foto antaranews.com)

Bantul (Antaranews Jogja) - Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan jumlah hotel maupun tempat penginapan di daerah ini masih kurang jika dibanding dengan jumlah kunjungan wisatawan.
    
"Sangat-sangat kurang (jumlah hotel), padahal bagaimanapun bahwa aminitas pariwisata itu semakin dekat dengan lokasi itu semakin menjadi pilihan untuk saat ini," kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo di Bantul, Minggu.
    
Menurut dia, di wilayah Bantul ini baru terdapat beberapa hotel berbintang, kemudian 'homestay' atau rumah menginap yang disiapkan masyarakat, padahal DIY seletan ini mempunyai berbagai destinasi wisata pantai maupun alam pegunungan.
    
"Jadi hotel dan homestay kita itu jumlah kamarnya masih terbatas, kamar homestay hanya seribu kamar, lalu terkait dengan hotel kita sekitar 800 kamar, baik itu hotel berbintang dan nonbintang, artinya kurang dari dua ribu kamar," katanya.
    
Padahal, kata dia, setiap libur akhir pekan atau libur panjang bertepatan dengan hari raya itu dalam satu hari Bantul bisa dikunjungi sekitar 28 ribu wisatawan yang bergerak ke wilayah Pantai Parangtritis, kemudian wisata Mangunan Dlingo.
    
"Artinya satu hari yang sekitar 28 ribu orang itu dipastikan sebagian besar tidak (menginap) di Bantul, namun menginap di wilayah kota (Yogyakarta), jadi kalau dikatakan kurang (jumlah hotel penginapan) pasti kurang," katanya.
    
Namun demikian, kata dia, walapun sebagian dari wisatawan yang berkunjung ke Bantul tersebut belum tentu harus menginap, terutama dari daerah Jawa Tengah maupun Jawa Timur yang melakukan perjalanan ke wilayah DIY malam hari.
    
"Dari luar daerah misalnya Jateng dan Jatim atau wilayah yang dekat dengan sekitaran DIY berangkat malam sampai sini pagi setelah itu pulang kan sebagian tidak butuh penginapan, tetapi untuk transit itu juga menjadi penting," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar