Bulan dana PMI di Yogyakarta kumpulkan Rp376 juta

id bulan dana PMI

Bulan dana PMI di Yogyakarta kumpulkan Rp376 juta

Penutupan Bulan Dana PMI 2018 di Kota Yogyakarta (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Pelaksanaan Bulan Dana Palang Merah Indonesia 2018 di Kota Yogyakarta berhasil mengumpulkan sumbangan dana sebanyak Rp376.825.218 dari berbagai sektor, mulai dari pendidikan, pemerintahan hingga pelaku usaha.
   
“Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk operasional Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta, meskipun dana yang terkumpul belum mampu memenuhi kebutuhan operasional PMI yang mencapai Rp1 miliar setiap tahun,” kata Ketua Bulan Dana PMI Kota Yogyakarta 2018 Letkol Infatri Bram Pramudia di Yogyakarta, Selasa.
   
Menurut Bram yang juga Komandam Kodim 0734 Yogyakarta, jumlah dana yang terkumpul selama pelaksanaan Bulan Dana PMI 2018 di Kota Yogyakarta sudah lebih baik dibanding penerimaan sumbangan pada 2017 yaitu Rp314,7 juta atau mengalami kenaikan 19 persen.
   
Sebanyak 10 persen dari dana yang terkumpul melalui Bulan Dana PMI 2018 di Kota Yogyakarta akan disetorkan ke PMI DIY sebagai sumbangan wajib dan sisanya digunakan untuk operasional PMI.
   
Sedangkan sejumlah kegiatan operasional PMI yang membutuhkan pendanaan, di antaranya kesiapsiagaan penanganan bencana, pelayanan sosial dan kesehatan, donor darah serta pembinaan generasi muda untuk menjadi relawan.
   
Sementara itu, Sekretaris PMI Kota Yogyakarta Lilik Kurniawan mengatakan, dana yang terkumpul dalam Bulan Dana PMI merupakan sumber dana yang paling diandalkan PMI untuk operasional kegiatan.
   
“Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang membantu PMI dan memberikan sumbangan. Ini artinya, PMI masih dipercayai oleh masyarakat,” katanya.
   
Lilik menyebut, sumber dana dari Bulan Dana PMI menjadi sumber dana yang diandalkan karena PMI tidak boleh mengambil keuntungan dari kegiatan operasional yang dilakukan termasuk dari unit donor darah.
   
“Misalnya saja biaya untuk memproses darah mencapai Rp360.000 per kantong. Kami tidak boleh mengambil keuntungan apapun sehingga biaya yang ditetapkan ke masyarakat harus sesuai dengan biaya pemrosesannya saja, sedangkan darahnya tidak dipungut biaya,” katanya.
   
Sementara itu, Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo berharap, Pemerintah Kota Yogyakarta dapat memberikan bantuan pendanaan untuk memproses darah sehingga masyarakat Kota Yogyakarta bisa mengakses kebutuhan darah secara gratis.
   
“Sudah diterapkan di Kabupaten Sleman. Pemerintah justru terbantu karena alokasi anggaran kesehatan menjadi lebih fokus,” katanya.
   
Ia pun berharap agar PMI Kota Yogyakarta juga bisa mewujudkan unit hemodialisa untuk kebutuhan cuci darah bagi pasien gagal ginjal. “Paling tidak akhir tahun sudah bisa diselesaikan, atau awal tahun depan,” katanya.
   
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan dukungan operasional ke PMI Yogyakarta dengan bantuan alat inkubator.
   
“Sedangkan alokasi anggaran khusus untuk biaya memproses darah memang tidak ada, tetapi kami sudah menjalankan ‘universal coverage’ sehingga masyarakat bisa memperoleh pelayanan kesehatan secara gratis,” katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar