Pemerintah didorong membangun jalan pendukung Bandara NYIA

id Bandara Kulon Progo

Komisi III DPRD Kulon Progo melakukan kunjungan kerja ke Kantor PT Angkasa Pura I yang kawasan Bandara NYIA. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Komisi III DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong pemerintah pusat melalukan percepatan pembangunan infrastruktur jalan pendukung beroperasinya Bandara New Yogyakarta International Airport pada awal April 2019.
     
"Target operasional minimum Bandara New Yogyakarta International Airport dan operasi penuh pada awal 2020, perlu adanya percepatan pembangunan infrastruktur jalan pendukung," kata Ketua Komisi III DPRD Kulon Progo Aji Pangaribawa saat melakukan kunjungan kerja di Kantor PT Angkasa Pura I Kulon Progo, Selasa.
   
Untuk itu, kata Aji, Pemkab Kulon Progo dan Pemda DIY perlu segera melakukan kajian volume kendaraan sebelum dan pasca bandara operasional, supaya menjadi dasar dalam percepatan pembangunan infrastruktur pendukung Bandara NYIA.
   
"Hal terpenting dalam pengoperasian Bandara adalah infrastruktur jalan pendukung. Karena pengguna jalan nasional, volume kendaraannya akan tinggi, sehingga diperlukan infrastruktur pendukung," katanya.
     
Ia juga meminta PT Angkasa Pura I melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) membantu perbaikan jalan yang rusak akibat dilalui armada tambang pengangkut material ke Bandara NYIA.
     
"Kami juga berharap drainase di kawasan Bandara NYIA ditinggikan, supaya utara bandara tidak kebanjiran," harap Aji.
     
Wakil Ketua I DPRD Kulon Progo Ponimin Budi Hartono mengatakan pemkab  harus mulai melakukan identifikasi jalan kabupaten yang rusak akibat dilalui armada pengangkut material tambang, supaya dapat dibangun kembali dengan mengajukan pendanaan dari pemerintah pusat.
     
Menurut dia, jalan kabupaten yang aea perlu dilakukan pelebaran dan peningkatan jalan sebagai pendukung Bandara NYIA. "Perlu adanya sinkronisasi program percepatan pembangunan infrastruktur Bandara NYIA ditingkat kabupaten dan pemerintah pusat," harapnya.
     
Pimpinan Proyek NYIA PT Angkasa Pura I (Persero) Taochid Purnomo Hadi mengatakan pengoperasian minimum Bandara NYIA pada awal April  2019 nanti, khusus melayani penerbangan internasional.
     
Penerbangan internasional sebanyak enam kali perminggu di Bandara Adisutjipto akan dipindahkan ke Bandara NYIA pada awal April 2019. Kemudian, penerbangan domestik akan dialihkan ke Bandara NYIA secara bertahap seiring infrastruktur jalan pendukung sudah siap.
     
"Kalau penerbangan domestik dipaksakan beroperasi pada April 2019, kami takut penumpang akan lari ke Bandara Adisumarmo, Solo. Di sana kereta bandara sudah siap dioperasikan, sedangkan di Kulon Progo belum dibangun," kata Taochid dalam pemaparannya kepada Komisi III DPRD Kulon Progo.
   
Menurut dia, infrastruktur pendukung, baik kereta api dan jalan menuju bandara juga harus dikerjakan cepat. Saat ini, dari Kota Yogyakarta dan sekitarnya yang menggunakan mobil atau kendaraan umum membutuhkan waktu 1,5 jam. Itu dalam kondisi normal, kalau bandara beroperasi, waktu tempuh ke Bandara NYIA lebih dari dua jam.
     
Untuk itu, pada pengoperasian minimum Bandara NYIA hanya perbangan internasional karena dapat dipastikan yang datang berkelompok dan sudah memesan bus jauh hari, serta memiliki tujuan jelas.
   
 "Jangan hanya Bandara NYIA yang dikebut pembangunannya, tapi infrastruktur kereta api dan jalan pendukung juga harus dikebut," harapnya. 
     
Pada rencana pengoperasian penerbangan domestik pada awal 2020, calon penumpang pesawat di Bandara NYIA, baik dari Solo, Kota Yogyakarta, dan Jawa Tengah akan difasilitasi kereta yang turun di Stasiun Wojo. Dari Wojo akan diopersikan bus Damri yang melayani Stasiun Wojo ke Bandara NYIA.
     
"Kereta bandara Stasiun Kedundang ke Bandara NYIA belum siap karena masih proses perencanaan teknis dan rencana pembebasan lahan. Sehingga, saat Bandara NYIA beroperasi penuh pada 2020, belum dapat difungsikan," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar