Polres Sleman bentuk Tim Khusus Progo Sakti berantas "klitih'"

id Klithih

Bupati Sleman Sri Purnomo dan sejumlah Pimpinan Daerah saat menyelenggarakan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah untuk membahas situasi keamanan wilayah Sleman. (Foto Antara/Humas Sleman)

Sleman (Antaranews Jogja) - Jajaran Kepolisian Resor Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta membentuk tim khusus "Progo Shakti" untuk memberantas dan menekan angka kejahatan di jalanan atau sering disebut "klitih".
       
"Tim tersebut dibentuk khusus untuk menangani masalah kejahatan yang kerap terjadi di jalanan beberapa waktu terakhir ini yang sudah sangat meresahkan masyarakat," kata Kapolres Sleman AKBP Rizki Ferdiansyah pada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di ruang rapat Bupati Sleman, Selasa.
     
Menurut dia, tindakan kejahatan jalanan "klitih" yang kerap dilakukan oleh para remaja dibawah umur 20 tahun tersebut sudah termasuk dalam membahayakan dengan menghilangkan nyawa.
     
"Maka daripada itu para pelaku 'klitih' sudah termasuk perilaku kriminalitas dan harus diproses hukum agar memberikan efek jera," katanya.
     
Ia mengatakan, para pelaku yang ditangkap kemudian diberikan pembinaan.
     
"Perilaku 'klitih' yang sudah menghilangkan nyawa orang kami anggap tindak kriminalitas, walaupun pelaku kebanyakan masih berusia di bawah 20 tahun. Bila terbukti bersalah,  harus diproses," katanya.
   
 Kapolres mengatakan, para pelaku "klitih" yang tertangkap ketika dilakukan introgasi melakukan tindak kejahatan tanpa alasan yang jelas.
     
"Ketika kami tanya pelaku, dia mengaku tidak mengenal korban, dan tidak ada motif balas dendam atau apapun," katanya.
     
Ia mengatakan, selain itu, untuk menekan angka prilaku klitih tersebut, Polres Sleman selalu melakukan kegiatan operasi malam mulai dari pukul 21.00 WIB hingga dini hari, di beberapa titik berbeda di wilayah Kabupaten Sleman.
     
Bupati Sleman Sri Purnomo sangat mendukung langkah yang diambil Polres Sleman dalam mencegah tindak kejahatan klitih.
     
Ia berharap upaya tersebut dapat mewujudkan situasi yang aman dan nyaman untuk masyarakat Kabupaten Sleman.
     
Selain itu,  pada rapat tersebut juga dibahas potensi kebencanaan yang berasal dari cuaca musim hujan, status wasapada Gunung Merapi, serta koordinasi semua pihak demi terciptanya suasana yang kondusif menjelang Pemilihan Umum 2019 di Kabupaten Sleman.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar