DPRD ingatkan Pemda siapkan Anggaran Pilkada Bantul 2020

id Pilkada

ilustrasi (antaranews)

Bantul (Antaranews Jogja) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengingatkan pemerintah daerah setempat agar menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2020.

"Saya mengingatkan pemda, untuk mulai menyiapkan mata anggaran belanja untuk Pilkada Bantul 2020. Jadi alokasikan anggaran Pilkada dalam APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) 2020," kata Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bantul Setiya di Bantul, Senin.

Menurut dia, bahwa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 pasal 201 disebut bahwa pemungutan suara serentak kepala daerah hasil pemilihan 2015 dilaksanakan pada September 2020.

Setiya mengatakan, dan di wilayah provinsi DIY ini berlaku untuk Kabupaten Sleman Bantul dan Gunung Kidul. Untuk itu pada APBD Bantul 2020 sudah harus terakomodasi anggaran untuk pelaksanaan Pilkada 2020.

"Untuk besarannya, kami akan meminta pemda dalam hal ini sekretariat KPU (Komisi Pemilihan Umum) Bantul untuk bisa membuat perencanaan," kata wakil rakyat dari Banguntapan Bantul ini.

Dia mengatakan, perlunya dingatkan sekarang dalam penganggaran Pilkada Bantul 2020 ini karena KPU sedang disibukkan dengan persiapan Pemilu yang akan memilih wakil legislatif dan pasangan presiden dan wakil presiden pada April 2019 nanti.

"Sementara pengusulan anggaran untuk penyusunan APBD 2020 kan sudah akan dimulai. Sehingga semestinya masuk dalam usulan teknokratis," kata anggota Komisi B DPRD Bantul ini.

Setiya juga mengatakan, komisi mempersilakan kepada KPU Bantul untuk mengusulkan dengan asumsi belanja kebutuhan maksimal, calonnya maksimal jumlahnya, baik wakil partai politik (parpol) maupun jalur independen.

"Di DIY ini pernah ada sampai tujuh pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Di Sleman, karena banyak muncul calon independen, buat saja asumsi maksimal," katanya.

Selain itu, kata dia, juga berkaitan dengan logistik pemilu, misalnya mengena bilik dan kotak suara seperti yang sekarang (Pemilu 2019) modelnya habis pakai, karena terbuat dari karton, sehingga perlu pengadaan.

"Saya kira berapapun (anggaran) untuk Pilkada akan kami dukung. Karena memang ongkos demokrasi itu tidak murah. Yang penting dapat terselenggara dengan baik dan menghasilkan pemimpin terbaik yang membawa kesejahteraan dan keadilan bagi warga Bantul," katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar