Bawaslu DIY tunggu sikap pusat soal tabloid Indonesia Barokah

id indonesia barokah

Bawaslu Kulon Progo, DIY, telusuri Tabloin Indonesia Barokah yang beredar di wilayah ini. (Foto ANTARA/Mamiek) (Foto ANTARA/Mamiek/)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Badan Pengawas Pemilu Daerah Istimewa Yogyakarta hingga saat ini masih menunggu sikap Bawaslu RI mengenai tindak lanjut penanganan tabloid "Indonesia Barokah" yang sebelumnya banyak ditemukan di sejumlah kantor pos di daerah setempat.

"Kami masih menunggu instruksi dari Bawaslu RI," kata Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY Bagus Sarwono di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, dalam waktu dekat Bawaslu RI akan segera memberikan keputusan terkait status tabloid itu yang selanjutnya akan menjadi dasar sikap Bawaslu di daerah. "Dalam waktu dekat rencananya akan memutuskan," kata dia.

Kendati demikian, menurut Bagus, Bawaslu RI telah meminta Bawaslu DIY untuk berkoodinasi dengan kepolisian menahan ribuan tabloid yang ditemukan di beberapa kantor pos sampai ada hasil kajian tentang status tabloid itu.

"Sementara memang diminta menahan di kantor-kantor pos sampai ada hasil kajian kami," kata Bagus.

Menurut Bagus, pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat bahwa tabloid itu diduga memuat konten kampanye hitam yang menyudutkan atau merugikan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Sebelumnya, Bawaslu DIY bersama Panwaslu Kabupaten Gunung Kidul, Kulon Progo, dan Sleman telah menemukan ribuan eksemplar tabloid "Indonesia Barokah".

Di Kantor Pos Plemburan, Mlati, Sleman pada Kamis (24/1), Bawaslu DIY menemukan paket berisi 6.000 eksemplar tabloid "Indonesia Barokah" yang berdasarkan alamatnya hendak didistribusikan ke wilayah Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta.

Selanjutnya di Kulon Progo, Bawaslu Kulon Progo menemukan tabloid serupa di 12 kantor pos dalam bentuk paket, yakni Temon sebanyak 47 paket, Wates sebanyak 37 paket, Panjatan 92 paket, Galur sebanyak 85 paket, Lendah sebanyak 107 paket, Sentolo sebanyak 117 paket, Pengasih sebanyak 50 paket.

Sedangkan di Gunung Kidul, Bawaslus setempat menemukan 1.771 amplop berisi tabloid "Indonesia Barokah" yang tersebar di 13 kantor pos Gunung Kidul.

 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar