Warga Tionghoa Yogyakarta bersih-bersih klenteng sambut Imlek 2570

id Imlek

Warga Tionghoa Yogyakarta membersihkan patung dewa-dewi di Klenteng Fuk Ling Miau Yogyakarta, Rabu (30/1). (Foto Antara/ Riski Apriliani Johan)

 Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Warga Tionghoa Yogyakarta bersama para relawan membersihkan Klenteng Fuk Ling Miau Yogyakarta dalam rangka menyambut tahun baru Imlek 2570.

 "Pagi ini kita melakukan bersih-bersih patung dewa-dewi untuk menyambut tahun baru imlek 5 Februari 2019 mendatang," kata Ketua Yayasan Sosial Kelenteng Fuk Ling Miau Angling Wijaya di Yogyakarta, Rabu (30/1).

Ia mengatakan pembersihan patung dewa-dewi ini dilakukan H-6 atau H-7 menjelang tahun baru Imlek. Pembersihan ini dilakukan dengan cara memandikan patung dewa-dewi tersebut menggunakan air, bunga, dan kayu cendana.

 Menurut Angling, kegiatan bersih-bersih ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan umat Tionghoa kepada dewa-dewi yang saat ini sedang naik ke surga.

"Pembersihan ini sudah menjadi tradisi setiap tahun. Harapannya supaya kelentengnya menjadi bersih dan nyaman untuk beribadah," kata dia

Kelenteng Fuk Ling Miau yang berdiri sejak 1854 ini, menurut dia, memiliki 16 altar dengan dewa utamanya dewa bumi yang menghadap ke kelenteng. Dewa-dewa lainnya diantaranya ada dewa bumi, dewa surya, dan lain sebagainya.

Selain kegiatan pembersihan patung dewa-dewi, ia mengatakan ritual lain umat Tionghoa akan melakukan ibadah pada tanggal 4 Februari mulai malam hari hingga pagi hari pada tanggal 5 februari.

Tahun ini, menurutnya merupakan tahun Babi Tanah yang memiliki makna santai-santai. Ia berharap di tahun Shio Babi Tanah ini masyarakat menjadi sejahtera dan saat pemilihan presiden pada April 2019 mendatang akan berjalan lancar.

"Untuk tahun baru Imlek harapannya semoga banyak melakukan ibadah, menyerahkan diri kepada yang kuasa. Intinya kita hidup jangan membuat susah orang lain dan jangan ngapusi," kata dia.

 Selain itu, ia berharap untuk masyarakat jogja agar terus menjaga toleransi antar sesama dan saling melindungi.
 
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar