Kulon Progo-BBWSSO percepat rehabilitasi Intake Kalibawang (Video)

id Intake Kalibawang

Kulon Progo-BBWSSO percepat rehabilitasi Intake Kalibawang (Video)

Proyek percepatan terabilitasi Intake Kalibawang Kabupaten Kulon Progo, DIY. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak melakukan percepatan rehabilitasi Intake Kalibawang agar tidak mengganggu produksi padi wilayah ini.

Kasi Konservasi Sumber Daya Air DPUPKP Kulon Progo Kuntarso di Kulon Progo, Jumat, mengatakan pada awal Januari 2019, proyek percepatan rehabilitasi Intake Kalibawang sudah dimulai dengan pertimbangan skala prioritas.

"Pada percepatan rehabilitasi Intake Kalibawang ada delapan proyek yang sudah dikerjakan sejak awal Januari. Kami mentargetkan proyek ini cepat selesai supaya tidak mengganggu produksi padi di Kulon Progo," katanya.
 
Salah satu proyek Intake Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni Kemukus KM 25. (Foto ANTARA/Mamiek)

Adapun delapan proyek percepatan rehabilitasi Intake Kalibawang, yakni pelaksanaan saluruan tersier, saluran Drainase Gendong, rehab jembatan Bendung Pekik Jamal, pembangunan jembatan operasional di atas Bendung  Papah, rehabilitasi jalan inspeksi, pembangunan terowong satu unit di aluran Sekolan Donomulyo Kanan, saluran Sekolan Monggang dan nornalisasi saluran tanah di Donomulyo.

"Kalau dimungkinkan kami juga akan merehabilitasi anak irigasi dari Intake Kalibawang berdasarkan usulan-usulan dari desa serta pihak-pihak lainya sepanjang dana yang ada tidak melampaui  pagu," kata anggota Komisi Pengairan Kulon Progo ini.

Kuntarso mengatakan proyek percepatan rehabilitasi Intake Kalibawang secara tahun jamak pada 2018 sendiri sudah menyelesaikan beberapa proyek sarana dan prasanara fisik diantaranya Talang Bowong di KM15 dan telah berfungsi untuk melaksanakan masa taman (MT) I untuk golongan I, serta MT II golongan II T khususnya di Kejuron Donomulyo, Penjalin dan Papah serta Pengasih sekalipun mengalami keterlambatan khususnya MT 1 Gol 1 di Kejuron Kalibawang, Donomulyo dan sebagian Penjalin.

"Sampai saat ini, pasca rehab Talang Bowong debit air dari Intake Kalibawang dipertahankan 7 meter kubik/detik sehingga sampai di bangunan bagi Kemukus KM 25 sebesar 3,5 sd 3,8 meter kubik/detik," katanya.
 

Seperti diketahui, dengan dimatikan jaringan Sistem Irigasi Kalibawang, lahan seluas 3.936 hektare di wilayah Kulon Progo tidak mendapat air. Jaringan sistem irigasi Kalibawang meliputi Kejuron atau Gabungan P3A Papah, Donomulyo Hilir, wilayah Kejuron/GP3A Pekik Jamal Kiri dan Pekik Jamal Kanan.

Sementara itu, anggota DPRD Kulon Progo Suharmanto mengatakan kalau dibandingkan dengan saluran irigasi Selokan Mataram (Sleman), dan saluran irigasi Van Der Wijk yang menuju Bantul, air Intake Kalibawang melimpah. Komisi Pengairan Kulon Progo perlu belajar manajemen penggunaan air di saluran Selokan Mataram dan Van Der Wijk.

Pada saluran tersebut, pembersihannya dilakukan setiap Selasa, selebihnya mengalir. "Kalau kita lihat tetangga Kabupaten Sleman dan Bantul, petani lebih makmur," katanya.

Menurut dia, perbaikan yang sering di saluran irigasi Kalibawang memang tidak bisa dikesampingkan karena faktor medan yang lebih berat di Kulon Progo, namun demikian jangan jadi proyek abadi yang setiap tahun polanya sama, harus menutup dan mematikan saluran irigasi Kalibawang.

Kalau dibandingkan saluran Selokan Mataram dan Van Der Wijk dengan saluran irigasi Kalibawang lebih banyak dilakukan perbaikian saluran Kalibawang.

"Untuk itu, kami minta penutupan irigasi Kalibawang ditinjau kembali karena mempengharuhi hidup petani. Ke depan, kalau bisa membuat bendungan baru untuk memanfaatkan air Sungai Progo," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar