AP diminta memprioritaskan warga terdampak bandara menjadi pegawai

id Bandara Kulon Progo,DPRD Kulon Progo

Komisi IV DPRD Kulon Progo, DIY, meninjau Balai Latihan Kerja Kulon Progo. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Komisi IV DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta PT Angkasa Pura I memprioritaskan warga terdampak pembangunan proyek New Yogyakarta International Airport dalam rekruetmen pegawai.
     
"Kami minta pendaftaran rekruetmen calon karyawan bandara baru memprioritaskan warga terdampak," kata anggota Kosimi IV DPRD Kulon Progo Priyo Santoso di Kulon Progo, Jumat.
   
Ia mengatakan dari data yang masuk dari jumlah pendaftar 1.500 lebih ternyata hanya 50 persennya berasal dari Kabupaten Kulon Progo lainya berasal dari luar. Pendaftaran gelombang selanjutnya, Komisi IV meminta pada pemkab untuk lebih gencar mensosialisasikan pendaftaran sampai rukun tentanga/rukun warga (RT/RW), sehingga warga Kulon Progo lebih mendominasi sebagai pendaftar.
   
"Selain itu, Komisi IV juga meminta pada PT Angkasa Pura untuk mempriotitaskan warga terdampak pada khususnya atau Kulon Progo pada umumnya untuk bisa lolos seleksi. Sejak awal, kami dengan tegas meminta kepada pemkab untuk terus mengkomunikasikan dengan Angkasa Pura terhadap hal ini," katanya.
   
Priyo mengatakan Komisi IV juga meminta warga Kulon Progo tidak hanya sebagai penonton terhadap efek adanya bandara tapi harus dibprioritaskan sebagai pelaku di dalam tenaga kerja yang dibutuhkan oleh PT Angkasa Pura I.
     
"Komisi IV akan mengawasi dan mengawal proses seleksi rekruetmen calon karyawan bandara ini," katanya.
   
Hal yang sama diungkapkan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kulon Progo Sihabuddin mengatakan warga terdampak bandara harus mendapat prioritas tenaga kerja bandara. "Warga terdampak bandara jangan sampai hanya sebagai penonton," katanya.
   
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kulon Progo Eko Wisnu Wardhana mengatakan sejauh ini sudah ada 500 warga Kulon Progo yang bekerja di bandara. Namun ini merupakan data lisan hasil koordinasi dengan PT Perusahaan Perumahan (PP) selaku rekanan proyek. "Untuk data pastinya nanti kami tanyakan ke yang bersangkutan, jumlah itu juga belum termasuk 100 orang yang bekerja di bandara seperti di help desk atau jabatan lain," ucapnya.
     
Eko mengatakan jawatannya sudah memberikan pelatihan kepada warga Kulon Progo yang jumlahnya mencapai 1.440 orang lewat BLK. Untuk tahun ini pelatihan akan kembali dibuka dengan jumlah mencapai 1.472 orang.
     
"Di luar jumlah itu, Disnakertrans Kulon Progo juga telah mengirimkan warga lokal untuk mengikuti pelatihan di Curug dan STPI," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar