BMKG: puncak musim hujan Yogyakarta hingga pertengahan Februari

id Bmkg,Hujan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, dok (Foto ANTARA)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta memprakirakan puncak musim hujan di Daerah Istimewa Yogyakarta masih akan berlangsung hingga pertengahan Februari 2019.

"Sehingga sampai pertengahan bulan ini potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir masih akan muncul di wilayah kita," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta Djoko Budiono di Yogyakarta, Kamis.

Menurut Djoko, saat ini pola angin berupa Monsoon Asia atau angin baratan masih kuat masuk ke wilayah DIY.

Pola angin tersebut, kata dia, memicu pembentukan konvergensi atau pertemuan angin di sekitar wilayah DIY dan kemudian mengakibatkan hujan selama beberapa hari ke depan.

Oleh sebab itu, sebelum masa puncak musim hujan berakhir, ia berharap masyarakat tetap mewaspadai potensi genangan, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor.

Selain itu, lanjut dia, masyarakat juga perlu memperhatikan risiko gelombang tinggi terhadap keselamatan pelayaran dan berbagai aktivitas di pesisir selatan Yogyakarta.

Pada Kamis (7/2) BMKG mengimbau masyarakat khususnya di Kulon Progo, Sleman bagian Barat dan Bantul bagian Barat untuk mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang pada malam dan dini hari.

"Waspada kemungkinan hujan disertai  angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho roboh dan jangan berlindung di bawah pohon jika terjadi hujan disertai petir," kata Djoko.
 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar