Yogyakarta gelar Jogjavaganza siasati "low season"

id Jogjavaganza, low season,pariwisata

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Yetty Martanti (kiri) dan Ketua Panitia Jogjavaganza Edwin Ismedi saat memberikan keterangan mengenai kegiatan Jogjavaganza sebagai promosi wisata Yogyakarta (Foto Antara/Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta akan menggelar Jogjavaganza pada 12-16 Februari sebagai upaya promosi pariwisata menyiasati “low season” kunjungan wisata yang biasanya terjadi pada Februari.



“Ada berbagai kegiatan yang kami siapkan untuk memeriahkan Jogjavaganza di antaranya, mempertemukan sekitar 100 pelaku wisata di Yogyakarta dengan 130 biro perjalanan wisata sebagai ‘potential buyer’,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Yetty Martanti di Yogyakarta, Kamis.



Menurut dia, biro perjalanan wisata yang akan dilibatkan sebagai “buyer” berasal dari sekitar 30 provinsi di Indonesia yang biasanya lebih banyak memberikan layanan perjalanan wisata domestik.



Sedangkan, pelaku wisata yang akan dilibatkan di antaranya adalah biro perjalanan wisata di Kota Yogyakarta, hotel bintang tiga, hotel bintang dua, hotel bintang satu, dan hotel nonbintang serta restoran yang kemudian bertindak sebagai “seller”.



“Harapan kami, akan ada kesepakatan bisnis yang terjalin antara kedua belah pihak dan pada akhirnya bisa mendongkrak kunjungan wisata ke Kota Yogyakarta menjadi lebih baik lagi,” kata Yetty.



Pada penyelenggaraan perdana tahun lalu, Yetty mengatakan, hasil yang diperoleh dari pertemuan antara pelaku wisata dan biro perjalanan wisata cukup bagus bahkan langsung terjadi kesepakatan bisnis dengan pelaku wisata di Yogyakarta.



“Tidak hanya ada sebatas komitmen saja, tetapi langsung terjadi kesepakatan bisnis. Satu biro perjalanan wisata biasanya bisa membawa satu atau dua grup untuk berkunjung ke Yogyakarta,” katanya.



Selain pertemuan dengan sejumlah pelaku wisata terpilih di Kota Yogyakarta, dalam kegiatan Jogjavaganza tersebut, biro perjalanan wisata dari luar daerah akan diajak menikmati suasana Kota Yogyakarta melalui berbagai cara.



“Kami siapkan agenda bertajuk Jogja Ada Sepeda. Peserta akan diajak menikmati berbagai perubahan suasana di Kota Yogyakarta menggunakan sepeda. Seperti pedestrian Kotabaru dan kawasan Malioboro yang semakin tertata,” katanya.



Sebagai rangkaian penutup, akan digelar Jogjavaganza Mocktail Competition pada 16 Februari bertempat di Galeria Mall. Lomba meracik minuman dengan bahan-bahan tradisional tersebut terbuka untuk umum. Peserta diharuskan membuat satu jenis minuman campuran menggunakan botol yang dipadukan atraksi “juggling”.



 Sementara itu, hingga saat ini, lama kunjungan wisata di Kota Yogyakarta rata-rata baru mencapai 2,01 hari. Yetty menengarai, hal tersebut disebabkan mudahnya akses ke Kota Yogyakarta yang bisa ditempuh dengan berbagai moda transportasi, baik darat atau udara.



 “Apalagi, sebagian besar wisatawan domestik yang berkunjung ke Yogyakarta adalah wisatawan dari Pulau Jawa seperti Jawa Timur, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Mereka bisa mengakses Yogyakarta dengan sangat mudah,” katanya.



 Sementara itu, Ketua Panitia Jogjavaganza Edwin Ismedi Hima mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kesempatan bagi biro perjalanan wisata dari luar daerah untuk “update knowledge” mengenai perkembangan wisata di Kota Yogyakarta.



 “Apa saja yang baru di Kota Yogyakarta akan bisa diketahui oleh biro perjalanan wisata. Kegiatan ini sangat penting, apalagi dalam waktu dekat sudah ada bandara baru yang beroperasi. Saya yakin, akan ada peningkatan jumlah kunjungan wisata yang cukup signifikan, bahkan bisa mencapai 30-40 persen,” katanya.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar