Gunung Kidul segera menata kawasan Pantai Drini

id Pantai Drini

Relawan memantau ombak di Pantai Drini, Tepus, Gunungkidul, DI Yogyakarta.( ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera menata kawasan Pantai Drini, Kecamatan Tanjungsari, supaya semakin indah dan banyak wisatawan berkunjung.

Sekretaris Dinas Pariwisata Hary Sukmono di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan tahun ini pedagang di pasiran Pantai Drini akan dipindah di lokasi parkir saat ini.

"Pemkan akan membuat parkiran di sisi utara lokasi parkir saat ini. Penataan kawasan Pantai Drini tidak hanya dari Dinas Pariwisata tetapi juga dinas yang lain," katanya.

Dia mengatakan Dinas Pariwisata menganggarkan relokasi berserta sarana pendukung Rp830 juta untuk tahap awal. Ada 26 pedagang yang berada di pasiran Pantai Drini yang akan direlokasi ke lokasi aman.

"Rencananya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Gunung Kidul nantinya juga akan membangun parkiran," katanya.

Diharapkan dengan pemindahan ini jika terjadi gelombang tinggi tidak mengancam jiwa pedagang, selain itu pasiran juga semakin luas. Untuk tim SAR jika ada kecelakaan laut akan mudah.

"Tim SAR juga tidak terhalang bangunan jika melakukan evakuasi korban bilamana terjadi kecelakaan laut,” ucapnya.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Gunung Kidul Krisna Berlian berharap segera ada solusi agar bangunan tak rusak terkena gelombang. Saat ini posisi TPI Pantai Drini yang berada di bibir pantai menjadi seperti mimpi buruk karena sewaktu-waktu gelombang tinggi dapat merusak bangunan TPI.

"Yang jelas kalau akan dipindah lokasinya terlebih dahulu ditentukan akan di mana, agar tidak bolak balik pindah," katanya.

Sekda Gunung Kidul Drajat Ruswandono mengatakan relokasi TPI Pantai Drini sifatnya insidentil, karena pertimbangan gelombang tinggi. Dirinya belum bisa berbicara banyak mengenai pemindahan TPI.

"Penataan pantai dimulai dari Pantai Baron terlebih yang sudah ada Detail Engineering Design (DED),” kata Drajat Ruswandono.
 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar