Wali Kota Yogyakarta Haryadi berhenti merokok

id Haryadi Suyuti, merokok

Wali Kota Yogyakarta Haryadi berhenti merokok

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti (tengah) dalam acara peringatan ulang tahun ke-55 (Foto Antara/Humas Pemkot Yogyakarta)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Merokok seakan tidak pernah lepas dari keseharian Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti sejak puluhan tahun lalu, namun wali kota yang menjabat untuk periode kedua tersebut memutuskan berhenti merokok tepat saat berusia 55 tahun.

“Niatnya adalah berhenti merokok. Saya akan berusaha berhenti merokok karena berbagai alasan,” kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Yogyakarta, Selasa.

Salah satu alasannya berhenti merokok adalah untuk kepentingan kesehatan, apalagi saat ini usianya sudah tidak lagi muda sehingga faktor risiko penyakit yang mungkin timbul akibat merokok menjadi salah satu pertimbangannya untuk menghentikan kebiasaannya tersebut.

“Memang tidak mudah. Tetapi saya tetap berusaha menghilangkan kebiasaan merokok dengan berbagai cara, seperti menggantinya dengan permen atau vape. Tetapi, vape pun sangat jarang,” kata Haryadi yang tepat berusia 55 tahun pada 9 Februari.

Ia menyebut, setiap perokok yang ingin menghentikan kebiasaan buruk tersebut memiliki cara sendiri-sendiri. “Ada yang bisa langsung berhenti merokok saat itu juga. Tetapi, bagi saya lebih baik bertahap. Namun, saya sudah deklarasikan jika saya berhenti merokok. Ini juga untuk menyemangati saya menghentikan kebiasaan ini,” katanya.

Haryadi bahkan menyebut jika kebiasaan merokok seharusnya tidak dilakukan sejak awal jika memang tidak berniat merokok. Namun, jika sudah terlanjur merokok, maka tidak akan berhenti. “Tetapi, saya berusaha berhenti. Jika ada perokok yang bisa berhenti merokok, maka saya pun pasti bisa,” katanya.

Wali Kota Yogyakarta tersebut mengaku sudah mulai merokok sejak di bangku kelas III SMA. “Saya ingat mulai merokok menjelang akhir kelas III SMA. Sekitar 1980-an, mungkin 1984 dan berlanjut hingga berpuluh-puluh tahun kemudian,” katanya.

Usaha Haryadi untuk berhenti merokok juga mendapat dukungan dari keluarga. Ia pun mengaku sudah tidak memiliki simpanan rokok satu bungkus pun di rumah atau di kantong bajunya.

“Dari usaha ini, saya ingin memberi contoh ke orang lain yang juga memiliki kebiasaan merokok. Dan, harapannya bisa memberikan konstribusi pada upaya pemerintah untuk menjaga kualitas udara. Jika tidak ada yang merokok, udara pun akan lebih segar,” katanya.

Saat ini, Pemerintah Kota Yogyakarta juga sudah memiliki Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok yang mengatur tentang kawasan bebas rokok yaitu kawasan pendidikan, fasilitas layanan kesehatan, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, dan tempat umum lain serta tempat bermain anak.

Aktivitas merokok tidak dapat dilakukan sembarangan kecuali di tempat yang sudah disediakan. Bahkan, di kawasan pendidikan dan kesehatan harus dipastikan steril dari aktivitas merokok serta tidak diperbolehkan adanya ruang khusus merokok.

 

    

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar