Gunung Kidul wacanakan penggunaan e-tiket retribusi wisata

id Gunung kidul,E-tiket

Perahu penyebrangan menjadi andalan warga Jelok Anak-anak sekolah menggunakan perahu agar dapat menyebrangi sungai Oya di Desa Beji,Patuk,Gunung Kidul,jumat (15/12).(Foto ANTARA/Dimas Andhika/ags/17)

Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Dinas Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sedang mempersiapkan wacana penggunaan "e-tiket" atau tiket elektronik untuk pembayaran retribusi masuk ke kawasan wisata di wilayah setempat.

"Pariwisata kedepannya akan terus dikembangkan, salah satunya pembuatan e-tiket. Kami sedang membahas e-tiket bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunung Kidul untuk persiapannya," kata Sekretaris Dinas Pariwisata GunungKidul Hary Sukmono di Gunung Kidul, Selasa.

Saat ini, pihaknya tengah membahas dengan beberapa OPD terkait untuk penggunaan e-tiket untuk masuk ke objek wisata di Gunung Kidul. Wacana tersebut tak lepas dari upaya dinas memberikan pelayanan terhadap wisatawan.
 
Sebab selama ini, diketahui bahwa sering terjadi antrian panjang saat pelayanan di pos Tempat Pemungutan Retribusi (TPR).

Harry mengaku wacana penggunaan e-tiket di kawasan wisata semata-mata untuk memberikan  kepastian dan peningkatan pelayanan.

"Tidak hanya berkaitan dengan peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah), tetapi untuk memberikan pelayanan terhadap wisatawan, kemudahan dan kepercayaan wisatawan,” imbuh dia.

Dia mengatakan secara teknis terkait e-tiket masih terus dalam pembahasan. Termasuk masih dilibatkannya petugas maupun pos TPR yang ada saat ini.

"Kebijakan lebih lanjut menyesuaikan kondisi, fungsi dan kebutuhan,” kata Harry.

Ia mengatakan pihaknya juga tengah membahas mekanisme pembayaran yang akan dilakukan. Selain itu, pihaknya juga tengah mengkaji lokasi mana saja yang nantinya akan menggunakan sistem e-tiket.

"Tentu saja kita akan menerapkan e-tiket di TPR, tapi jika memungkinkan juga bisa di tempat lain,” imbuh dia.

Kepala Dinas Pariwisata Gunung Kidul Asti Wijayanti mengatakan bahwa pihaknya tetap menaikan target capaian PAD pada 2019. Adapun target yang ditentukan pada tahun ini sebesar Rp28 miliar.

"Kami tetap optimistis target ini tercapai, meski untuk tahun kemarin (2018) tidak tercapai,” katanya. ***1***
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar