Ratusan mahasiswa UIN Yogyakarta ikuti sosialisasi beasiswa ke Belanda

id nuffic neso,beasiswa

Ratusan mahasiswa UIN Yogyakarta ikuti sosialisasi beasiswa ke Belanda

Ratusan mahasiswa mengikuti sosialisasi beasiswa pendidikan tinggi ke Belanda yang diselenggarakan Nuffic Neso Indonesia di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta (foto istimewa)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta mengikuti sosialisasi berbagai beasiswa pendidikan tinggi ke Belanda yang diselenggarakan Nuffic Neso Indonesia.

"Kami menyambut baik antusiasme mahasiswa UIN Sunan Kalijaga untuk mendapatkan informasi beasiswa studi di Belanda, khususnya StuNed," kata Koordinator Tim Beasiswa Nuffic Neso Indonesia Indy Hardono di sela-sela sosialisasi di kampus tersebut, Kamis.

Ia mengatakan, StuNed merupakan program beasiswa bilateral Belanda dan Indonesia yang bertujuan membantu pembangunan Indonesia melalui peningkatan sumber daya manusianya. Penerima beasiswa dapat mengikuti program Master atau Short Course.

"Seluruh universitas di Belanda bisa diakses, asalkan sesuai dengan area prioritas StuNed. StuNed mencari profil penerima beasiswa yang berorientasi menciptakan impact bagi masyarakat dan lingkungan tempat dia berada," katanya.

Menurut dia, Belanda semakin memantapkan posisinya di arena pendidikan tinggi berkualitas dunia. Kualitas dan standar pendidikan tinggi di Belanda dibuktikan dengan 13 dari 14 universitas risetnya masuk dalam top 200 besar dunia.

Selain program studinya beragam, kata dia, kuliah di Belanda juga membuka akses mendapatkan buku-buku langka dan dibimbing dosen-dosen terbaik di bidangnya, dengan metode pengajaran yang interaktif.

"Tidak perlu khawatir tidak bisa berbahasa Belanda, karena selain bisa memilih program studi yang bahasa pengantarnya Bahasa Inggris, sebagian besar warganya juga bisa berkomunikasi dalam Bahasa Inggris," kata Indy.

Ia mengatakan, selain mendapatkan ilmu akademis, pengalaman ke luar negeri merupakan kesempatan untuk mempelajari ide-ide baru yang akan membantu memperluas sudut pandang dan toleransi tinggi dalam menyikapi berbagai persoalan.

"Studi ke luar negeri berarti 'international mobility', yang merupakan suatu keniscayaan untuk masa sekarang, demi masa depan. Belajar di luar negeri juga meningkatkan kesempatan di dunia kerja global," katanya.

Ia mengemukakan, Nuffic Neso Indonesia merupakan kantor perwakilan Nuffic, organisasi non-profit di Belanda yang ditunjuk resmi untuk menangani kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi, dan didanai oleh pemerintah Belanda.

"Nuffic Neso Indonesia memprakarsai dan memfasilitasi kerja sama di bidang pendidikan tinggi antara institusi di Indonesia dan Belanda, serta mewakili pemerintah Belanda menawarkan beasiswa untuk warga negara Indonesia setiap tahunnya," kata Indy.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sunan Kalijaga Dr Waryono mengatakan pihaknya membuka kerja sama dengan seluruh perguruan tinggi baik di dalam maupun luar negeri yang tidak ada identitas keislaman, tetapi mempunyai keilmuan yang dapat dikembangkan di UIN Sunan Kalijaga.
 
"UIN Sunan Kalijaga yang sedang menuju 'world class university in Islamic studies' membutuhkan pengembangan keilmuan yang tidak hanya terbatas pada studi keislaman, tetapi juga studi lain seperti sosial, budaya, dan psikologi," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar