Pemkab bangun kios produk lokal di jalur wisata

id Kios,Gunung Kidul

Ilustrasi, Pasar Rakyat Goa Pindul Yogyakarta - Sebanyak 14 kios Pasar Rakyat Goa Pindul Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul, DIY Rabu (5/12), dalam tahap penyelesaian, pasar rakyat khusus pedagang jajanan pasar, oleh-oleh, dan souvenir dibangun untuk menata para pedagang yang sebelumnya tidak memiliki kios. (Foto ANTARA).

Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan membangun sejumlah kios baru untuk menjajakan produk lokal di jalur-jalur wisata sebagai upaya meningkatkan pelayanan bagi wisatawan.

"Pembangunan itu di jalur-jalur utama masuk kawasan wisata. Jadi tidak hanya pedagang sembako saja, tapi bisa pedagang kerajinan atau makanan khas daerah sini," kata Kasi Pendapatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunung Kidul Ramelan Supama di Gunung Kidul, Sabtu.

Ia  mengatakan saat ini Pasar Playen, Pasar Argosari, dan Oasar Semanu merupakan pasar yang sudah buka setiap hari. Disperindag berencana melakukan pembangunan kios baru di Pasar Semin, Pasar Jimbaran Ponjong, Pasar Legundi Panggang dan Pasar Ngawen. Pasar-pasar tersebut, saat ini beroperasi setiap hari, sehingga keberadaanya masih sangat dibutuhkan.

"Harapannya wisatawan bisa membeli oleh-oleh di pasar tradisional yang ada," katanya.
 
Ramlan mengatakan pembangunan pasar juga diharapkan bisa memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) Gunung Kidul  retribusi. Pada 2018 lalu sekitar Rp3 miliar masuk ke pemkab dari sektor tersebut.

Pada 2019 ini, pihaknya menargetkan kenaikan PAD. Namun menurutnya masih ada beberapa hal yang menjadi pembahasan.
 
"Realisasi retribusi pasar pada 2018 lalu kurang lebih Rp3,1 miliar. Sementara ini targetnya Rp2,3 miliar, tetapi jelas akan ada kenaikan dari tahun sebelumnya. Namun masih dibahas," katanya.

Sementara itu, petugas pemungut retribusi Pasar Argosari, Wonosari, Sugyarto mengungkapkan biaya sewa kios per meter Rp250 per hari. Sedangkan untuk sewa los Rp 200 per meternya.

"Jumlah kios di lantai 1 adalah 159 unit dan los 47 unit. Kemudian di lantai 2 ada 111 kios dan losnya 34 unit,” ucap Sugyarto.

Lebih lanjut, ia mengatakan sistem penarikan retribusi sewa kios atau los berdasarkan mereka berjualan atau tidak. Kalau pedagang sedang tidak berjualan, maka tidak akan dikenakan biaya sewa kios atau los.

"Kami memang memiliki pekerjaan rumah bagaimana pedagang mengoptimalkan kios dan los di pasar supaya ramai pembeli," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar