Yogyakarta tambah ATCS baru antisipasi kepadatan simpang

id ATCS, lampu lalu lintas

Lampu pengatur lalu lintas (Foto antaranews.com)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta akan melanjutkan program penambahan sistem “area traffic control system” di lampu lalu lintas sebagai upaya mengantisipasi kepadatan simpang agar lalu lintas semakin lancar.
   
“Keberadaan ‘area traffic control system’ (ATCS) ini sangat membantu pengaturan lalu lintas di simpang. Begitu terjadi kepadatan, maka petugas bisa langsung mengatur durasi lampu lalu lintas dari ruang kontrol,” kata Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Windarto di Yogyakarta, Sabtu.
   
Salah satu simpang yang direncanakan dilengkapi dengan sistem ATCS adalah di kawasan Jetis karena antrean kendaraan di simpang tersebut cukup padat sehingga menimbulkan antrean yang panjang.
   
“Dimungkinkan pada triwulan dua sudah bisa diterapkan sehingga kepadatan di simpang bisa terurai,” katanya yang berharap seluruh simpang di Kota Yogyakarta akan dilengkapi dengan ATCS.
   
Selain menerapkan sistem ATCS, Windarto menyebut, terdapat teknologi lain yang digunakan untuk membantu mengatur lalu lintas di simpang yaitu dengan sistem sensor seperti yang diterapkan di simpang Pingit.
   
Melalui sistem sensor, lampu lalu lintas akan tetap menyala hijau sepanjang jarak antar kendaraan tidak lebih dari empat detik. Namun, jika jarak antar kendaraan sudah lebih dari empat detik, maka lampu akan otomatis menyala merah dan kendaraan dari lengan simpang lain bisa melaju.
   
“Ini yang kerap dikeluhkan pengguna jalan karena mereka harus mengantre lama di lampu merah. Tetapi, kami juga menerapkan sistem ‘green maximum’ agar pengendara tidak terlalu lama mengantre,” katanya.
   
Sistem sensor di lampu lalu lintas tersebut, lanjut Windarto, memang baru dalam tahap uji coba sehingga akan terus dievaluasi terkait kelebihan dan kelemahan penerapan sistem tersebut.
   
“Kelebihannya adalah antrean kendaraan akan langsung habis begitu lampu menyala hijau. Tetapi, sistem ini juga kurang responsif jika terjadi perubahan keadaan yang cepat. Misalnya ada kendaraan darurat yang harus didahulukan,” katanya.
   
Sementara itu, untuk penambahan sistem ATCS menggunakan pengeras suara seperti yang ada di daerah lain, Windarto mengatakan bahwa sistem tersebut sebenarnya sudah diterapkan di Yogyakarta sejak 2012 tetapi tidak diekspose.
   
“Ada di tiga titik yaitu di simpang Wirobrajan, Badran dan Sentul. Rata-rata memang ada pos polisinya sehingga pengendara lebih tertib,” katanya.
   
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta M Zandaru mengatakan, selain penambahan ATCS juga akan dilakukan pemeliharaan lampu lalu lintas seperti di simpang Tegalturi, Wirosaban, Kusumanegara, Demangan, dan Galeria.
   
“Kami juga akan koordinasikan dengan DIY terkait penambahan ATCS di simpang Pingit agar tidak lagi dikeluhkan lama oleh pengguna jalan,” katanya. 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar